Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Kakanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Adib membuka secara resmi kegiatan North Jakarta Madrasah Awards (nJMA), sebuah ajang penganugerahan prestasi insan madrasah swasta kota Jakarta Utara di Hotel Naraya Jakarta pada Rabu, (26/11/2025).
Adib mengapresiasi keikutsertaan para siswa, GTK dan madrasah di ajang yang diinisiasi oleh Kankemenag Kota Jakarta melalui Seksi Penmad. Madrasah swasta yang dikelola oleh masyarakat ini disebutnya sebagai bagian terpenting dari pembangunan manusia di Indonesia.
"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada kepala madrasah, GTK dan peserta didik madrasah yang mengikuti nJMA tahun 2025 ini," buka Adib dalam sambutan.
Dijelaskan Adib, bahwa 95% madrasah yang ada di Indonesia saat ini diselenggarakan oleh masyarakat yang kemudian disebut madrasah swasta. Kata Adib, sebagai siswa ataupun alumni madrasah sudah sepatutnya merasa bangga karena menuntut ilmu di madrasah. "Kita patut berbangga menjadi siswa madrasah karena madrasah itu keren," imbuhnya.
Adib menegaskan, banyak tokoh hebat dan pemimpin terkemuka di Indonesia, baik di bidang agama, politik, pendidikan, maupun sektor lainnya, merupakan lulusan dari madrasah. Lembaga pendidikan Islam tradisional (swasta) ini terbukti efektif dalam menempa karakter, memberikan wawasan keagamaan yang mendalam, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan.
"Alumni madrasah boleh menjadi dosen, dokter, pejabat atau politisi dan berbagai macam profesi lainnya. Tapi yang terpenting adalah siswa madrasah pastinya menjadi pribadi yang bermanfaat," tukasnya.
Adib mengulas beberapa tantangan dan peluang yang dihadapi oleh madrasah saat ini. Tantangan utama madrasah saat ini menurut beliau adalah cara hidup di kota Jakarta yang saat ini sarat dengan materialisme, hedonisme yang bertentangan dengan pendidikan madrasah yang mengutamakan keikhlasan berjuang untuk menghantarkan anak-anak bangsa agar mampu mengamalkan ajaran Islam.
"Namun saya meyakini keberadaan madrasah yang dikelola oleh masyarakat ini murni merupakan partisipasi masyarakat agar generasi berikutnya menjadi penopang bagi negara baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur," pungkas Adib.
Dengan terselenggaranya nJMA, Adib berharap madrasah swasta bisa tampil ke permukaan dan mampu menunjukkan eksistensinya serta memberikan dampak bagi madrasah di lingkungan DKI Jakarta lainnnya.
"Doakan kami dengan semua stakeholder yang sedang berjuang bersama pemerintah daerah untuk memberikan perlakuan yang adil antara madrasah swasta dan negeri dan sekolah umum, karena madrasah swasta juga sama-sama mencerdaskan anak bangsa," pungkas Adib.