Berita
Masjid Ramah Pemudik

Jadi Masjid Ramah Pemudik, Masjid Asyakirin Hadirkan Fasilitas dan Posko Layanan

Jumat, 13 Maret 2026
Dibaca 279 kali
blog

Jakarta (Humas Kemenag DKI) --- Masjid Jami’ Asyakirin di Jalan Kalimalang, Jakarta Timur, menjadi salah satu masjid yang disiapkan sebagai tempat singgah bagi para pemudik, khususnya pengguna kendaraan roda dua yang melintas dari wilayah Jakarta menuju daerah tujuan mudik.

 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, mengatakan masjid tersebut telah lama dikenal masyarakat sebagai salah satu masjid ramah pemudik yang kerap menjadi tempat beristirahat bagi para pelintas jalur mudik.

 

“Masjid di DKI Jakarta yang menjadi tempat transit pemudik salah satunya Masjid Jami’ Asyakirin di Jalan Kalimalang. Para pemudik, khususnya pengguna kendaraan roda dua dari wilayah Jakarta Barat maupun Jakarta Pusat, umumnya sudah mengetahui keberadaan masjid ini sebagai masjid ramah pemudik,” ujar Adib saat meninjau lokasi, Jumat (13/3)

 

Fasilitas Istirahat untuk Pemudik

 

Untuk menunjang kenyamanan pemudik, Kementerian Agama turut memberikan sejumlah fasilitas tambahan di masjid tersebut. Bantuan yang diberikan antara lain dispenser, galon air minum, serta perlengkapan minuman seperti kopi, gula, dan teh bagi pemudik yang ingin beristirahat sejenak.

 

Adib menjelaskan, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu para pemudik memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

 

“Insya Allah kami menyerahkan fasilitas berupa dispenser, galon, serta perlengkapan kopi, gula, dan teh agar para pemudik bisa menghangatkan badan saat beristirahat di sini,” katanya.

 

Selain itu, ia menilai sarana yang tersedia di Masjid Jami’ Asyakirin sudah cukup memadai untuk mendukung kenyamanan para pemudik. Masjid tersebut memiliki ruang istirahat khusus bagi perempuan, ruang laktasi, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak.

 

“Di sini tersedia ruang khusus bagi wanita untuk beristirahat dan salat, termasuk ruang laktasi. MCK-nya juga cukup baik dan airnya tersedia. Masjidnya juga luas sehingga bisa dimanfaatkan untuk istirahat maupun beribadah,” jelas Adib.

 

Ia berharap keberadaan masjid ramah pemudik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.

 

“Semoga para pemudik yang melintas diberikan keselamatan hingga sampai ke tujuan, bertemu keluarga, dan kembali lagi ke tempat tugasnya dengan selamat,” tambahnya.

 

Dukungan Pengurus Masjid

 

Pengurus Masjid Jami’ Asyakirin, Ustaz Salim, menyambut baik program Masjid Ramah Pemudik yang diinisiasi Kementerian Agama. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah dalam menyediakan fasilitas bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

 

“Kami memberikan apresiasi dan dukungan atas program Masjid Ramah Pemudik dari Kementerian Agama. Terima kasih juga atas bantuan yang diberikan untuk menunjang kenyamanan para pemudik yang singgah dan beristirahat di Masjid Jami’ Asyakirin,” kata Salim.

 

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

 

“Harapan kami kegiatan ini terus berlangsung setiap tahun, sehingga saudara-saudara kita yang pulang kampung bisa beristirahat dengan nyaman di masjid,” ujarnya.

 

Kolaborasi Kemenag dan Ormas

 

Selain dukungan dari pengurus masjid, layanan bagi pemudik juga melibatkan organisasi masyarakat. Kementerian Agama berkolaborasi dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser untuk membuka posko mudik di sekitar masjid.

 

Perwakilan GP Ansor Jakarta Timur mengatakan posko tersebut menyediakan berbagai layanan gratis bagi pemudik yang singgah.

 

“Kami menyediakan beberapa pelayanan di posko mudik, seperti charging gratis, layanan kesehatan termasuk bekam, pembagian takjil dan sahur, serta tambal ban gratis bagi pemudik,” ujar Rizal.

 

Ia berharap keberadaan posko tersebut dapat membantu para pemudik yang membutuhkan tempat istirahat sekaligus layanan sederhana selama perjalanan.

 

Harapan untuk Pemudik

 

Adib menilai kolaborasi antara Kementerian Agama, pengurus masjid, dan organisasi masyarakat menjadi contoh sinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama musim mudik.

 

“Ini kolaborasi yang luar biasa antara Kementerian Agama, Banser, dan pengurus Masjid Jami’ Asyakirin. Insya Allah kita terus memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik yang ingin bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus masjid yang telah bersedia menjadikan Masjid Jami’ Asyakirin sebagai bagian dari jaringan masjid ramah pemudik di DKI Jakarta.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus DKM Masjid Asyakirin yang telah menjadikan masjid ini sebagai masjid ramah pemudik,” pungkasnya.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor