Jakarta (Humas MAN 4 Jakarta) — MAN 4 Jakarta Selatan menggelar simulasi pembuatan eco enzyme dalam rangka memperingati Hari Bumi sebagai upaya edukasi lingkungan berbasis praktik nyata bagi seluruh warga madrasah, Rabu (22/04/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Kementerian Agama dalam penguatan pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi, dengan melibatkan seluruh siswa serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Acara diawali dengan apel bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala MAN 4 Jakarta Selatan, Wido Prayoga, yang menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian bumi.
“Bumi tidak butuh kita, tetapi kita yang membutuhkan bumi. Karena itu, mari kita jaga dan rawat lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Selanjutnya, Tim Adiwiyata madrasah memandu demonstrasi pembuatan eco enzyme, yakni cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami hingga pupuk tanaman.
Dalam simulasi tersebut, peserta diperkenalkan pada bahan dan proses pembuatan eco enzyme, termasuk komposisi gula merah, air, dan limbah organik, serta tahapan fermentasi yang harus dilakukan untuk menghasilkan produk yang optimal.
Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, yang tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan aktif GTK dalam kegiatan ini turut memperkuat nilai keteladanan, bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pendidikan.
Melalui kegiatan ini, MAN 4 Jakarta Selatan menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Kementerian Agama yang mendorong integrasi nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan. Edukasi berbasis praktik seperti ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli terhadap keberlanjutan bumi.
Dengan semangat Hari Bumi, madrasah berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga lingkungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.