Jakarta (Humas Kemenag DKI Jakarta) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Adib memberikan arahan pada kegiatan Rapat Kerja Awal Tahun Pelajaran 2026/2027 MTs Negeri 14 Jakarta Timur, Rabu (24/06). Kegiatan yang mengusung tema “MTs Negeri 14 Jakarta Timur Berdaya, Adaptif, Inovatif dan Berkarakter di Era Digital” tersebut menjadi momentum penguatan komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam arahannya, Adib menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTs Negeri 14 Jakarta Timur yang terus menorehkan berbagai prestasi.
“Saya mengapresiasi kerja-kerja dan dedikasi Bapak-Ibu sekalian, khususnya GTK, Guru dan Tenaga Kependidikan di MTs Negeri 14 Jakarta Timur. Saya mendapatkan laporan bahwa MTs Negeri 14 terus menorehkan prestasi,” ujar Adib.
Adib menegaskan bahwa keberhasilan sistem pendidikan di berbagai negara maju sangat dipengaruhi oleh kualitas guru. Ia mencontohkan beberapa negara dengan sistem pendidikan terbaik seperti Finlandia, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa yang menempatkan guru sebagai fondasi utama pendidikan.
“Kesimpulannya, kemajuan dan capaian sistem pendidikan manapun, tumpuan utamanya adalah guru. Ketika gurunya adalah orang-orang hebat, maka hasil pendidikan yang dihasilkan juga akan hebat,” katanya.
Menurut Adib, guru memiliki peran yang sangat besar dalam keberhasilan lembaga pendidikan. Bahkan tanpa dukungan sarana dan teknologi yang memadai, proses pendidikan tetap dapat berjalan selama ada guru yang memiliki komitmen dan kompetensi.
“Kalaupun tidak ada kelas, sarana, maupun teknologi, asal ada guru, pendidikan dan pengajaran akan tetap bisa berjalan. Artinya guru memiliki peran yang sangat kuat dalam keberhasilan lembaga pendidikan,” jelasnya.
Adib mengajak para guru madrasah untuk terus meningkatkan kapasitas diri, tidak berhenti belajar, membaca, dan mengembangkan kompetensi. Ia menekankan bahwa guru madrasah harus menjadi sosok pembelajar sepanjang hayat.
“Guru madrasah adalah guru pembelajar, guru yang mau terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kapasitas dirinya. Tujuannya agar kita dapat melahirkan anak-anak hebat,” tegasnya.
Ia menjelaskan tiga konsep penting dalam proses pembelajaran bagi seorang guru, yaitu belajar dari (learn from), belajar untuk (learn for), dan belajar sambil mengamalkan ilmu.
“Belajarlah dari lingkungan, dari orang-orang sekitar, dari buku, jurnal, maupun institusi pendidikan yang lebih baik. Setelah itu belajar untuk menerapkan apa yang sudah dipelajari, dan belajar sambil mempraktikkan ilmu tersebut,” tuturnya.
Adib juga mengingatkan bahwa pendidikan jenjang madrasah tsanawiyah memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter dan masa depan peserta didik. Ia menyampaikan pengalaman pribadinya bahwa banyak nilai dan keteladanan guru tingkat madrasah yang masih melekat hingga saat ini.
“Guru di tingkat MTs sangat berpengaruh terhadap perjalanan kehidupan anak-anak kita. Karena itu guru MTs harus menjadi guru hebat agar dapat melahirkan generasi hebat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Adib juga mendorong MTs Negeri 14 Jakarta Timur untuk memiliki ciri khas atau distingsi yang kuat agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Menurutnya, madrasah harus mampu menghadirkan program unggulan yang menjadi daya tarik dan manfaat bagi lingkungan.
“Kita harus mencari distingsi dari MTs Negeri 14 ini, sesuatu yang bisa menjadi magnet bagi masyarakat sekitar dan membuat mereka merasa bahwa keberadaan madrasah ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia mengusulkan agar MTs Negeri 14 Jakarta Timur mengembangkan program unggulan yang relevan dengan karakter wilayah, termasuk kemungkinan penguatan bidang kedisiplinan, kebangsaan, maupun program yang mendukung minat dan bakat peserta didik.
“Coba didiskusikan, bagaimana MTs Negeri 14 memiliki kelebihan yang menjadi identitas. Dengan begitu masyarakat sekitar akan merasa memiliki dan mendukung keberadaan madrasah,” tambahnya.
Adib berharap melalui penguatan kualitas guru, inovasi pembelajaran, serta pengembangan program unggulan, MTs Negeri 14 Jakarta Timur dapat terus berkembang menjadi madrasah yang berdaya saing, adaptif, inovatif, dan berkarakter di era digital.