Jakarta (Humas KanKemenag Kota Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta di kawasan Pacenongan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan kerukunan umat beragama di wilayah DKI Jakarta.
FGD tersebut diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan dan mitra strategis Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, antara lain Pengadilan Agama, Kejaksaan, TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta unsur terkait lainnya. Para peserta diminta menyampaikan pandangan dan masukan terkait peran Kementerian Agama dalam mewujudkan dan menjaga kerukunan umat beragama.
Mawardi Abdul Gani menyampaikan bahwa forum diskusi ini menjadi sarana penting untuk menyerap aspirasi dari berbagai pihak dalam rangka penyusunan rencana strategis Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta.
“Hal ini penting dilakukan untuk menyerap aspirasi dalam menyusun rencana strategis Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta,” ujar Mawardi usai mengikuti kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah isu strategis dibahas dalam FGD tersebut, salah satunya terkait upaya menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045 agar memiliki sikap moderasi beragama dan semangat kerukunan sejak dini.
Menurut Mawardi, generasi Z dan generasi Alpha memiliki karakter yang relatif lebih terbuka dan toleran dalam kehidupan sosial maupun keberagamaan. Ia menilai pola pergaulan generasi muda saat ini lebih banyak terbangun melalui aktivitas olahraga, seni, dan keterampilan lainnya.
“Gen Z dan Gen Alpha di Ibu Kota saat ini lebih kental pergaulannya di bidang olahraga, seni, dan keterampilan lainnya sehingga tidak terkontaminasi dengan pemahaman keagamaan yang cenderung memicu konflik dan diskriminasi,” ungkapnya.
Mawardi menambahkan bahwa kondisi tersebut menjadi modal penting bagi bangsa Indonesia dalam merawat kerukunan antarumat beragama. Namun demikian, ia menegaskan perlunya sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan tokoh agama, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat keberagaman tinggi seperti Jakarta Utara.
“Masukan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memotret pandangan secara utuh. Sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar, kerukunan merupakan modal utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Melalui kegiatan FGD ini, Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kerukunan umat beragama sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berdampak positif bagi masyarakat.