Berita
Berita

Dari Kepulauan Seribu, Pengabdian Guru Madrasah Menguatkan Pendidikan

Sabtu, 2 Mei 2026
Dibaca 647 kali
blog

Dari Ujung Pulau untuk Negeri: Nyala Sunyi Pengabdian dalam Semangat Partisipasi Semesta. Sabtu, (2/5/2026).

Jakarta (Humas MIN 17 Kepulauan Seribu) — Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026 menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan, termasuk di wilayah kepulauan. Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas, pendidikan tetap tumbuh melalui ketekunan dan kolaborasi berbagai pihak.

 

Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” semangat tersebut terasa nyata di Kepulauan Seribu, di mana guru, siswa, dan masyarakat saling menopang dalam menjaga keberlangsungan pendidikan. Madrasah menjadi ruang penting yang memastikan proses belajar tetap berjalan, bahkan dalam kondisi yang serba terbatas.

 

Salah satu sosok yang mencerminkan pengabdian tersebut adalah Jihadi, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan sejak awal 1990-an. Perjalanannya dimulai setelah lulus Madrasah Aliyah pada 1991, ketika ia memutuskan terjun ke dunia mengajar untuk mengisi kekurangan tenaga pendidik.

 

Pada 1993, Jihadi mulai mengajar di MTs Al-Ishlah Islamiyah yang kini dikenal sebagai MTsN 26 Kepulauan Seribu, serta di MI Al-Ishlah Islamiyah yang kini menjadi MIN 17 Kepulauan Seribu. Dalam keterbatasan, ia mengampu berbagai mata pelajaran, mulai dari SKI, Biologi, hingga IPS.

 

Meski pada masa itu imbalan yang diterima masih sangat terbatas, hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk terus mengabdi. Baginya, pendidikan adalah panggilan yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.

 

Tahun 1999 menjadi titik penting dalam perjalanan pengabdiannya. Ia memilih untuk tetap bertahan di jenjang madrasah ibtidaiyah, dengan keyakinan bahwa pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam membangun generasi masa depan.

 

Dedikasinya berlanjut hingga pada 2005 ia diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Agama dan bertugas di MIN 17 Kepulauan Seribu. Sejak saat itu, ia terus menjalankan peran sebagai pendidik dengan penuh konsistensi.

 

Dalam kesehariannya, Jihadi dikenal sebagai sosok yang tenang, sederhana, namun memiliki dedikasi tinggi. Ia mampu menciptakan suasana belajar yang hangat dan komunikatif, sehingga kedekatan dengan siswa terjalin tanpa mengurangi rasa hormat.

 

Kisah pengabdian ini menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan tidak selalu bergantung pada kelengkapan fasilitas, tetapi juga pada komitmen dan ketulusan para pendidik. Hingga kini, Jihadi tetap mengajar di MIN 17 Kepulauan Seribu, melanjutkan pengabdian yang telah dijalani selama puluhan tahun.

 

Dari wilayah kepulauan, kontribusi tersebut hadir secara tenang dan konsisten, menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh anak bangsa.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor