Jakarta (Humas MAN 22 Jakarta)---Prestasi kembali diraih oleh siswa Asrama MAN 22 Jakarta. Malika Fayza Bilqis, siswi kelas 10 Asrama, berhasil meraih Juara 3 dalam lomba Puisi Islami tingkat SMA/MA/sederajat se-Jabodetabek. Ajang tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk menyalurkan bakat literasi sekaligus memperdalam nilai-nilai keislaman melalui karya sastra.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2028, bertempat di Mall Ciputra Cibubur. Kompetisi diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah dan madrasah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, sehingga persaingan berlangsung ketat dan penuh semangat. Lomba Puisi Islami tersebut diselenggarakan oleh Sensei Project dalam rangka menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai Islam melalui seni sastra. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk mengekspresikan pesan moral, spiritualitas, serta refleksi kehidupan Islami dalam bentuk puisi yang inspiratif.
Dalam penampilannya, Malika membawakan puisi dengan penuh penghayatan, intonasi yang kuat, serta ekspresi yang menyentuh hati para juri dan penonton. Kepercayaan diri dan kemampuan olah vokal yang baik menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya meraih posisi ketiga di tengah banyaknya peserta berbakat dari berbagai daerah.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Malika secara pribadi, tetapi juga bagi keluarga besar MAN 22 Jakarta, khususnya siswa Asrama yang terus menunjukkan kualitas dan dedikasi dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Dukungan pembina asrama dan guru turut menjadi motivasi penting dalam perjalanan prestasi tersebut.
Atas prestasi yang diraihnya, Malika Fayza Bilqis, siswi kelas 10 Asrama MAN 22 Jakarta, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya. Ia mengaku tidak menyangka dapat meraih Juara 3 dalam lomba Puisi Islami tingkat SMA/MA/sederajat se-Jabodetabek tersebut. “Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan dan pencapaian ini. Awalnya saya hanya ingin memberikan penampilan terbaik dan menyampaikan pesan Islam melalui puisi yang saya bawakan,” ungkap Malika dengan penuh haru.
Malika juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, para pembina asrama, serta guru-guru yang telah memberikan dukungan dan motivasi selama proses persiapan. Menurutnya, latihan yang konsisten dan doa dari banyak pihak menjadi kekuatan utama saat tampil di atas panggung.