Berita

Aktualisasi Dharma Jadi Pesan Waisak di Dharma Suci

Sabtu, 30 Mei 2026
Dibaca 49 kali
blog

Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] - Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mugiyanto, mengajak umat Buddha mengaktualisasikan Dharma dalam kehidupan sehari-hari saat memberikan sambutan menjelang puncak perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era Tahun 2026 di Sekolah dan Vihara Dharma Suci, Pluit Mas, Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026).

 

Kegiatan yang mengusung tema “Berbagi Kedamaian, Merajut Kebersamaan” tersebut dihadiri oleh pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, orang tua, serta umat Buddha. Dalam sambutannya, Mugiyanto menekankan pentingnya menjadikan Dharma sebagai pedoman hidup yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

 

Menurutnya, aktualisasi Dharma diperlukan agar ajaran Buddha tidak hanya dipahami sebagai teori, naskah kitab suci, maupun ritual keagamaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kebijaksanaan dan kepedulian sosial.

 

“Dharma bertransformasi menjadi pedoman etis yang tercermin langsung melalui cara seseorang berpikir, berbicara, dan bertindak,” ujar Mugiyanto.

 

Ia juga menyampaikan esensi ajaran Buddha Gautama yang menekankan pengendalian diri, pengembangan welas asih kepada semua makhluk, serta kesadaran akan sifat kehidupan yang tidak kekal.

 

Pada kesempatan yang sama, Mugiyanto menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara yayasan, kepala sekolah, guru, serta orang tua dalam mendukung pelaksanaan visi dan misi Sekolah Dharma Suci.

 

“Kami juga menegaskan sinergitas dan kolaborasi antar yayasan, kepala sekolah, guru serta orang tua agar visi dan misi Sekolah Dharma Suci bisa terlaksana,” katanya.

 

Menjelang puncak perayaan Tri Suci Waisak pada 31 Mei 2026, Sekolah Dharma Suci telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain puja bakti dan meditasi yang diisi dengan ritual keagamaan serta pembacaan paritta suci. Selain itu, digelar pula pentas seni dan bazar sebagai sarana pengembangan kreativitas siswa sekolah minggu dan remaja Buddha sekaligus mempererat kebersamaan.

 

Rangkaian kegiatan juga mencakup Yu Fo atau pemandian rupang Buddha, yakni ritual pencurahan air bunga pada rupang bayi Siddhartha sebagai simbol pembersihan batin dalam menyambut Hari Raya Waisak.

 

Menutup sambutannya, Mugiyanto menginformasikan bahwa puncak rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era Tahun 2026 akan dipusatkan di Vihara Arya Dwipa Arama, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

 

“Kami mengabarkan bahwa puncak dari rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 B.E Tahun 2026 akan berpusat di Vihara Arya Dwipa Arama, TMII Jakarta. Mari kita semarakkan dengan hati yang berbahagia,” pungkasnya.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor