Jumat, 21 September 2012 – Bidang Haji & Umroh
MENAG LEPAS KLOTER I CALON JAMAAH HAJI

Jakarta (Humas) – Menteri Agama Suryadharma Ali meminta kepada jemaah haji untuk memahami kondisi kedaruratan dalam menjalankan ibadah di tanah suci, khususnya pada puncak ritual haji di Mekkah. Karena itu tak ada jalan lain, yaitu harus meningkatkan kesabaran selama berada di tanah suci, Hal itu disampaikan Menteri Agama Suryadharma Ali saat melepas kelompok terbang (Kloter) pertama jemaah haji JKG I asal Kota Tangerang Prov. Banten di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Jumat (21/9).

Ia menjelaskan, yang dimaksud kondisi kedaruratan adalah memahami keadaan yang berbeda dengan di tanah air. Jika di tanah air untuk mandi dapat dilaksanakan tanpa mengantri, justru di sana harus menyesuaikan diri dengan antri. “Juga jika di tanah air masuk mobil dibukakan, tapi di sana bisa terjadi saling berebut. Juga ketika makan. Di Madinah dilayani, tapi di Mekkah cari sendiri. Apalagi ketika puncak haji. Saling desak masuk Masjidil Haram dan terinjak orang dari negara lain bisa terjadi. Kondisi kedaruratan semacam ini harus dipahami dengan cara meningkatkan kesabaran”, kata Menag.

Ia juga mengatakan, pemerintah telah berupaya meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji di Arab Saudi. Terutama pondokan di Mekkah. Tapi untuk musim haji 2012 ini upaya mendekatkan pondokan dengan Masjidil Haram tak bisa dilakukan lagi seperti tahun lalu.

Pasalnya, pondokan haji yang dulu berjarak 2,5 km dinilai terjauh kini tergolong paling dekat. Hal ini sebagai konsekuensi dari dampak perluasan Masjidil Haram. Bangunan hotel terdekat sudah tak ada lagi karena dibongkar.Terkait dengan hal itu, ia minta jemaah haji untuk tidak merasa ragu mendatangi pusat kesehatan haji bila merasa tak sehat. Di sana pelayanan kesehatan beroperasi selama 24 jam. Menjaga kesehatan amat penting.

Jangan sayang dengan uang untuk membeli buah-buahan dan makanan lain.“Uang jangan disayang hanya karena untuk membeli oleh-oleh,” kata Menag yang disambut tawa hadirin.

Pada akhir pengarahannya Menag mengimbau kepada jemaah haji untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada di tanah suci. Menjaga kehormatan bangsa amat penting selama menunaikan ibadah haji.

Sementara itu Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Anggito Abimanyu mrngatakan Jamaah Indonesia tahun ini akan diberangkatkan dalam 12 embarkasi yaitu embarkasi aceh, medan, batam, padang, Palembang, Jakarta, Solo, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, dan embarkasi baru Lombok“Pemberangkatan pertama dan seluruh embarkasi dilaksanakan secara serentak pada Jumat, 21 September 2012 kecuali untuk embarkasi Banjarmasin pada tanggal 25 September 2012”, kata Anggito. Sedangkan untuk transportasi para jamaah lanjut Anggito pemerintah mempercayakan kepada Garuda Indonesia yang akan mengangkut jamaah yang berasal dari embarkasi Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jakarta Khususnya DKI, Banten, Bandar Lampung, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makasar dan embarkasi Lombok sebanyak 112.625 orang yang tergabung dalam 297 kloter. Yang kedua adalah Saudi Arabian Airlines akan mengangkut jamaah haji asal embarkasi batam, Jakarta khususnya Jawa Barat dan embarkasi Surabaya sebanyak 83.787 orang yang tergabung dalam 187 kloter.

Masih menurut dia pemberangkatan dan pemulangan dilakasanakan 30 hari oprasional penerbangan dengan mengacu pada kalender ummul quro’ Arab Saudi 1433 H yaitu pertama tanggal 21 September 2012 awal pemberangkatan jamaah haji dari tanah air ke Arab Saudi dan berakhir pada tanggal 20 Oktober 2012, wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah yang jatuh pada hari kamis 25 Oktober 2012, ketiga pada tanggal 30 oktober 2012 awal pemulangan jamaah haji dan berakhir 29 Nopember 2012 dak seluruh jamaah akan tiba ditanah air pada tanggal 30 Nopember 2012 kecuali yang masih dirawat di Arab Saudi.

Penempatan jamaah haji di Pemondokan di Mekkah berdasarkan hasil qur’ah, “sedangkan penempatan pemondokan jamaah haji di Madinah berdasarkan kedatangan jamaah haji yang bersangkutan”. jelasnya.

Dalam Laporannya Anggito juga menjelaskan profil jamaah haji asal Indonesia yang berangkat tahun ini adalah sebanyak 40% jamaah haji berpendidikan SMP kebawah, 30% jamaah berasal dari ibu rumah tangga, 55% jamaah haji berkelamin wanita, usia tertua adalah 110 tahun atas nama Kartomarsaid bin Sonodrono berasal dari Kabupaten Kapuas Kalteng, kurang lebih 20% jamaah haji adalah mereka yang berusia 70 tahun, 50% jamaah haji termasuk jamaah haji beresiko tinggi berdasarkan keterangan dari Kementerian Kesehatan.

Sedangkan Ida Fauziah dari Komisi VIII DPR RI dalam sambutannya DPR memberikan penghormatan kepada calon jamaah haji, “beberapa bulan yang lalu DPR dan Kemenag telah menyelesaikan BPIH, DPR tidak ingin ada kenaikan seperti tahun lalu kalaupun ada kenaikan, kenaikannya pun tidak terlalu tinggi akibat dari kenaikan bahan bakar pesawat” kata Ida. Masih dalam sambutannya Ida juga meminta agar Garuda diminta ikut berkontribusi agar dapat ongkos penerbangan pun dapat ditekan. Dalam hal pemondokan DPR meminta Kemenag juga memperhatikan aspek keamanan. “dan yang paling penting adalah adanya pernyataan ketersediaan air bersih, air bagi jamaah merupakan “hidup dan mati” “bagi jamaah Indonesia mandi itu harus 2 kali sehari” ujar Ida.

Sedangkan dari sisi konsumsi DPR meminta Kemenag untuk menyediakan catering dengan memperhatikan kualitas gizi “dan tentu saja memperhatikan kesehatan jamaah dan telah disambut baik oleh Kemenag.” Katanya. Ikut melepas Kloter pertama nasional itu antara lain Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Ketua Komisi VIII DPR Ida Fauziah, Dirut PT Garuda Emirsyah Satar, para pejabat dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM. (go/ant)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.030272 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 295775
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.