opini

Penilaian Secara Online Diharapkan Lebih Efektif

2017-05-23 14:27:07



Jakarta, (HUMAS MAN22JKT)--- MAN 22 Jakarta melakukan terobosan baru dalam proses penilaian hasil belajar peserta didik. Pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 ini, kegiatan Penilaian Akhir Semester (PAS) dilakukan secara online. Untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan PAS online ini, pada Rabu pagi, 7 Desember 2016, Humas MAN 22 Jakarta berhasil mewawancarai Ketua Pelaksana Kegiatan Penilaian Akhir Semester Ganjil, Dra. Hj. Zakiah, M.Pd., di tengah-tengah kesibukannya mengkoordinir kegiatan PAS ini. Berikut petikan wawancara Humas MAN 22 Jakarta dengan Dra. Hj. Zakiah, M.Pd, yang juga guru Bahasa Indonesia MAN 22 Jakarta ini.

Pada semester ini, MAN 22 Jakarta melaksanakan Penilaian Akhir Semester atau PAS dengan sistem online. Ini idenya muncul dari mana, Bu Haji?

Zakiah: Sebenarnya, kalau masalah itu, idenya sih muncul dari semua secara bersama-sama. Terutama dari Bidang Kurikulum. Kemudian ditindaklanjuti oleh guru TIK, dalam hal ini Pak Rusliyadi. Semuanya dipersiapkan dengan bantuan guru TIK. Guru-guru diberi pelatihan bagaimana cara membuat soal dan mengupload soal melalui blog sampai soal tersebut bisa diakses secara online.

Apa sih yang membedakan pelaksanaan ulangan secara offline dan online?

Zakiah: Kalau online itu kan siswa bisa menjawabnya lebih cepat, tinggal mengklik, dan jawabannya pun bisa cepat diketahui. Belum satu jam saja jika siswa sudah mengirim jawaban, kita sudah bisa mengetahui dan mengolah hasilnya. Kalau offline kan, kita sudah sama-sama tahu.

Dalam pelaksanaan PAS online ini, bagaimana para siswa mengakses soal. Apakah mereka menggunakan HP atau komputer yang disediakan pihak madrasah?

Zakiah: Pada umumnya, siswa-siswi MAN 22 Jakarta ini menggunakan HP Android, yang terkoneksi dengan internet. Ada juga yang menggunakan laptop atau notebook. Nah jika ada yang tidak memiliki itu, maka pihak madrasah menyediakan lab komputer untuk digunakan mereka mengerjakan soal. Dari 602 siswa MAN 22 Jakarta, kemarin itu ada 12 orang yang mengerjakan soal di lab komputer karena terkendala dengan HP mereka. Tapi, di hari ini tidak ada satupun. Mereka semua menggunakan HP atau laptopnya masing-masing.

Dengan sistem online ini, apakah Bu Haji yakin bahwa tidak ada kebocoran soal atau soal bisa diakses siswa sebelum jadwal mata pelajaran tersebut diteskan?

Zakiah: Ya diusahakan untuk tidak terjadi kebocoran. Guru yang membuat soal harus menjaga kerahasiaan password soal masing-masing. Kalau dikatakan ada kemungkinan soal itu bocor, ya mungkin ada. Tapi, semoga itu tidak. Sebelum diteskan, guru-guru harus menjaga kerahasiaan password. Dan jika sudah selesai diteskan, guru yang bersangkutan harus segera mengganti password.

Bu Haji, dalam ulangan atau penilaian itu kan harus mengedepankan kejujuran. Kalau pelaksanaannya secara online, apalagi diaksesnya melalui HP, bagaimana memastikan bahwa mereka itu tidak menyontek?

Zakiah: Dengan hanya diberi waktu 2 jam atau 90 menit untuk menyelesaikan 50 soal, rasanya tidak ada waktu buat mereka menyontek. Apalagi soal juga diacak. Dan di sinilah fungsi pengawas ruang. Mereka harus berkeliling dan bisa memastikan bahwa siswa itu hanya membuka blog dan mengerjakan soal. Tidak melakukan searching atau googling, tapi hanya menjawab soal.

Ada kendala-kendala di lapangan terkait pelaksanaan PAS secara online ini?

Zakiah: Ada. Yang Pertama, HP siswa tiba-tiba hang di tengah jalan. Yang kedua, agak lama loadingnya. Dan Alhamdulillah masalah-masalah itu sampai saat ini tertangani.

Apa sih target secara spesifik dari pelaksanaan PAS secara online ini?

Zakiah: Targetnya supaya kita bisa melakukan penilaian dengan efektif dan hasilnya bisa cepat diketahui. Selain itu juga untuk membiasakan guru melakukan penilaian dengan memanfaatkan ICT. (AS)