Berita

Penyuluh Agama Kemenag Kepulauan Seribu Bimbing Manasik Haji Siswa TK di Pulau Pramuka

Senin, 8 Juni 2026
Dibaca 427 kali
blog

Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) — Puluhan siswa TK Negeri Pulau Panggang 01 mengikuti kegiatan Manasik Haji yang dibimbing langsung oleh para Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepulauan Seribu Utara di Plaza Kabupaten, Pulau Pramuka, Senin (8/6/2026). Kegiatan edukatif tersebut menjadi sarana pengenalan rukun Islam kelima sekaligus penanaman nilai-nilai keagamaan kepada anak sejak usia dini.

 

Kegiatan manasik haji berlangsung dalam suasana ceria dan penuh antusiasme. Para peserta didik diajak mengenal tahapan ibadah haji melalui metode praktik yang interaktif dan mudah dipahami, mulai dari ihram, tawaf, sa'i, hingga lempar jumrah. Pendekatan pembelajaran yang menyenangkan membuat anak-anak dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat dan keceriaan.

 

Empat Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, yakni Istiana Rahma, Juhaeriyah, Tatang ZM, dan Samtidar Effendy Tomagola, secara bergantian memberikan bimbingan dan pendampingan kepada peserta. Dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, mereka membantu anak-anak memahami makna ibadah haji sekaligus nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

 

Mengenakan pakaian ihram mini dan busana muslim yang rapi, para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan simulasi. Suasana semakin hidup ketika para penyuluh mengajak peserta berinteraksi melalui berbagai permainan edukatif dan praktik langsung yang disesuaikan dengan usia mereka.

 

Penyuluh Agama Islam, Istiana Rahma, mengatakan bahwa pengenalan ibadah haji sejak dini merupakan bagian dari upaya membentuk karakter dan menanamkan kecintaan terhadap ajaran Islam kepada generasi muda.

 

“Melalui kegiatan manasik haji ini, anak-anak tidak hanya belajar tata cara ibadah, tetapi juga memahami nilai-nilai disiplin, kesabaran, kebersamaan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam proses pembentukan karakter mereka,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan Penyuluh Agama Islam, Samtidar Effendy Tomagola. Menurutnya, metode pembelajaran berbasis praktik sangat efektif dalam membantu anak-anak memahami materi keagamaan secara lebih mudah dan menyenangkan.

 

“Ketika anak-anak terlibat langsung dalam simulasi ibadah, mereka akan lebih mudah memahami setiap prosesnya. Yang terpenting adalah menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kecintaan terhadap ibadah sejak usia dini,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala TK Negeri Pulau Panggang 01, Hanilah, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu yang terus hadir memberikan layanan dan edukasi keagamaan bagi masyarakat, termasuk bagi peserta didik usia dini.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para penyuluh agama yang telah membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran dan ketulusan. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi peserta didik dalam mengenal salah satu rukun Islam secara langsung,” tuturnya.

 

Kegiatan manasik haji berlangsung tertib, lancar, dan mendapat sambutan positif dari para guru maupun orang tua peserta didik. Selain memperkenalkan tata cara ibadah haji, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat beribadah sejak usia dini.

 

Pelaksanaan kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat pendidikan keagamaan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Melalui peran aktif para penyuluh agama, Kementerian Agama terus menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk dalam membangun karakter generasi muda sejak usia dini.

 

Sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta terus mendorong penguatan moderasi beragama, pendidikan karakter, serta pembinaan keagamaan yang berkelanjutan. Kehadiran penyuluh agama dalam kegiatan edukatif seperti manasik haji anak menjadi salah satu wujud nyata pelayanan keagamaan yang adaptif, edukatif, dan berdampak bagi masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta didik tidak hanya mengenal tata cara pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga mampu memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, pendidikan agama yang diberikan sejak dini dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi yang saleh, berakhlak mulia, dan mencintai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor