Berita

Kemenag Jakarta Utara Matangkan Persiapan “Sapa Guru 2026”, Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi Pendidik Keagamaan

Rabu, 15 April 2026
Dibaca 402 kali
blog

Rapat Persiapan Acara "Sapa Guru"

Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] — Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menggelar rapat persiapan kegiatan Sapa Guru Kota Jakarta Utara Tahun 2026 di Aula Muzdalifah, Rabu (15/4/2026).

 

Kegiatan yang direncanakan berlangsung pada 21 April 2026 tersebut menjadi forum silaturahim antara guru lembaga pendidikan keagamaan Islam dengan pemerintah. Selain sebagai ajang komunikasi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan dan monitoring dalam rangka peningkatan kualitas layanan pendidikan agama di wilayah Jakarta Utara.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, menyampaikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut yang dinilai strategis dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan para pendidik di lingkungan lembaga keagamaan.

 

“Program Sapa Guru ini sekaligus menjadi ruang untuk menyerap aspirasi serta berbagai kendala yang dihadapi para guru di lembaga tempat mereka bertugas,” ujar Mawardi.

 

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga akan dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Direktur Pesantren Kementerian Agama RI, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Wali Kota Jakarta Utara, serta Anggota DPRD Komisi E Provinsi DKI Jakarta. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi lintas sektor.

 

“Ini adalah kesempatan yang baik bagi lembaga pendidikan nonformal untuk menjalin komunikasi efektif dengan pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif. Karena itu, perlu dijaga etika dan adab dalam penyampaian aspirasi,” tegasnya.

 

Mawardi juga mengingatkan agar pelaksanaan dialog nantinya berjalan tertib dan terarah, dengan mengedepankan perwakilan dalam penyampaian pendapat agar kegiatan tetap produktif.

 

“Junjung tinggi adab dan kesopanan dalam dialog. Tidak semuanya harus berbicara, cukup perwakilan agar kegiatan tidak menjadi kontra produktif,” pesannya.

 

Sementara itu, Kasi PD Pontren Kankemenag Jakarta Utara, Kridarto, menjelaskan bahwa Sapa Guru merupakan bentuk penguatan sinergi antara pemerintah dan para pendidik di lembaga pendidikan keagamaan.

 

“Program ini menjadi jembatan komunikasi agar pemerintah dapat melihat secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi oleh para guru dan pengelola lembaga pendidikan keagamaan,” ujarnya.

 

Rapat persiapan tersebut turut dihadiri oleh Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Katimker MDT dan Al-Qur’an, serta perwakilan organisasi dan lembaga seperti FKPQ, FKDT, IPPAQI, guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), PAUDQu, RA, serta lembaga pendidikan Al-Qur’an lainnya.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan tenaga pendidik, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan di Jakarta Utara.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor