Berita

Kakankemenag Jakarta Utara Dorong Penguatan UPZ, Sertifikasi Wakaf, dan Ekoteologi melalui Peran Penyuluh Agama

Senin, 8 Juni 2026
Dibaca 1,346 kali
blog

Pengajian Rutin Penyuluh Agama Islam

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, memimpin rapat koordinasi bersama para Penyuluh Agama Islam di Masjid Al-Ikhlas, Senin (8/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Mawardi menegaskan empat agenda strategis yang menjadi fokus penguatan peran penyuluh agama, yakni penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), percepatan sertifikasi tanah wakaf, implementasi program ekoteologi, serta optimalisasi publikasi kegiatan keagamaan kepada masyarakat.

 

Pada agenda pertama, Mawardi menekankan pentingnya penguatan legalitas dan peran penyuluh agama yang melakukan pendampingan terhadap Unit Pengumpul Zakat di masjid-masjid binaan. Menurutnya, keberadaan Surat Keputusan (SK) dari lembaga resmi akan memperkuat legitimasi penyuluh dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat di masyarakat.

 

“Penyuluh agama yang melakukan pendampingan kepada UPZ perlu diperkuat dengan SK dari lembaga yang berwenang, seperti BAZNAS, BAZIS, maupun lembaga resmi lainnya. Dengan demikian, pendampingan yang dilakukan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujar Mawardi.

 

Selain penguatan UPZ, rapat koordinasi juga membahas percepatan sertifikasi tanah wakaf sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian hukum terhadap aset keagamaan. Mawardi meminta para penyuluh agama untuk aktif mendorong pengurus rumah ibadah agar melakukan sertifikasi tanah wakaf melalui koordinasi dengan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Kota Jakarta Utara.

 

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam melindungi aset umat sekaligus mencegah potensi sengketa yang dapat terjadi di kemudian hari.

 

Agenda strategis berikutnya adalah penguatan program ekoteologi yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama. Dalam arahannya, Mawardi mengajak para penyuluh agama untuk kembali menggerakkan program-program pelestarian lingkungan yang telah berjalan, termasuk kegiatan penanaman mangrove dan penghijauan di wilayah Jakarta Utara.

 

“Kita perlu memperkuat kembali program ekoteologi yang selama ini telah dijalankan. Selain melibatkan penyuluh agama, program ini juga dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga mampu menciptakan lingkungan Jakarta Utara yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan,” katanya.

 

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Mawardi meminta Seksi Bimbingan Masyarakat Islam segera membentuk kepanitiaan guna menyiapkan kegiatan ekoteologi yang direncanakan berlangsung dalam satu hingga dua bulan mendatang.

 

Dalam kesempatan itu, Mawardi juga menyoroti pentingnya dokumentasi dan publikasi kegiatan penyuluh agama. Ia meminta seluruh penyuluh untuk mendokumentasikan berbagai aktivitas pembinaan yang dilakukan dalam bentuk foto, video, maupun laporan kegiatan yang lengkap dan informatif.

 

Menurutnya, publikasi yang baik akan membantu masyarakat mengetahui berbagai program dan layanan yang telah dilaksanakan oleh penyuluh agama sebagai bagian dari syiar dan pelayanan keagamaan.

 

“Setiap aktivitas dakwah dan pembinaan yang dilakukan perlu dipublikasikan dengan baik melalui kerja sama dengan tim humas. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui berbagai program yang dijalankan dan manfaat yang dihasilkan bagi umat,” jelasnya.

 

Rapat koordinasi berlangsung dengan suasana konstruktif dan penuh semangat. Para penyuluh agama menyambut baik berbagai arahan yang disampaikan sebagai pedoman dalam memperkuat pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

 

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat peran penyuluh agama sebagai ujung tombak pelayanan dan pembinaan umat. Melalui penguatan tata kelola zakat, percepatan sertifikasi wakaf, implementasi program ekoteologi, serta optimalisasi komunikasi publik, Kementerian Agama terus menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

 

Sejalan dengan itu, Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta terus mendorong inovasi, kolaborasi, dan penguatan kapasitas aparatur dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan Kementerian Agama yang semakin dekat, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Melalui sinergi antara penyuluh agama, KUA, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan berbagai program strategis Kementerian Agama dapat berjalan lebih optimal serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan kehidupan keagamaan dan sosial di Jakarta Utara.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor