Jakarta (Humas) — Di tengah semangat peserta didik baru menyambut tahun ajaran baru, Rasya M. Athaya hadir dengan ketertarikan yang istimewa. Peserta didik baru MIN 18 Jakarta itu telah menghafal sejumlah hadis Rasulullah SAW, sebuah kebiasaan yang tumbuh dari kecintaannya terhadap ajaran Islam sejak usia dini.
Dengan suara pelan namun penuh keyakinan, Rasya mengaku sangat senang dan bangga dapat diterima di MIN 18 Jakarta. Baginya, madrasah bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang untuk memperdalam ilmu agama yang selama ini ia sukai, terutama hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.
“Aku memang suka belajar hadis dan sudah hafal beberapa hadis. Jadi aku senang sekali bisa diterima di MIN 18 Jakarta karena di sini aku bisa belajar agama lebih banyak lagi,” ujar Rasya.
Ketertarikannya pada hadis membuat Rasya tidak merasa keberatan dengan porsi pembelajaran agama yang lebih banyak dibandingkan sekolah umum. Ia justru melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk menambah hafalan, memahami makna hadis, dan belajar mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Aku tidak merasa berat. Aku ingin mempelajari agama lebih dalam di madrasah ini,” tuturnya.
Semangat Rasya menjadi gambaran bahwa kecintaan terhadap ilmu agama dapat tumbuh sejak dini. Hafalan hadis yang telah dimilikinya menjadi bekal awal untuk menapaki perjalanan baru di MIN 18 Jakarta.
Dengan penuh antusias, Rasya berharap dapat terus menambah pengetahuan agama, memperbanyak hafalan hadis, serta menjadi pribadi yang berakhlak baik sesuai teladan Rasulullah SAW.
Bagi Rasya, setiap hadis yang dihafal bukan hanya rangkaian kata, tetapi pesan kebaikan yang ingin ia bawa dalam setiap langkahnya sebagai peserta didik madrasah.