Berita

Garis Ini Pemandu Jalanku

2017-10-17 08:57:38



 

Jakarta (Humas MTsN 19 Jakarta) --- Seperti biasa Senin (19/10) pagi ku memasuki gerbang madrasah tercinta, Madrasah Tsanawiyah Negeri 19 Jakarta. Ku keluarkan tongkat yang biasa menemani ku tuk tapaki jalan datar dan berbatu itu.  Ketika menapaki jalan menuju ruang kelasku seperti ada yang berbeda pada injakanku. 

 

“Ahhh,,kulalui tanpa pikir dan bertanya pada teman di sekitarku ,”desisku pagi itu. Meski penasaran, aku tetap berlalu menuju ruang kelas.

 

Tak lama kemudian, himbauan untuk berkumpul di halaman madrasah sudah terdengar. Deruan tapak sepatu terdengar riuh, segera aku pun dan teman yang lain menuju halaman sekolah untuk melaksanakan rutinitas kami di setiap Senin pagi. Kami bersiap melaksanakan upacara bendera.

 

Begitu berjalan menuju halaman madrasah, lagi-lagi kurasakan ada yang berbeda di injakanku. “Ini seperti garis pemandu jalan waktu aku di sekolah dasar ,” gumamku dalam hati. 

 

Upacara berjalan seperti biasa. Kudengar derap langkah pengibar bendera yang akur , nyanyian lagu Indonesia Raya yang begitu khidmat.  Terdengar ada himbauan dari Kepala Madrasah Retno Dewi Utami, ternyata beliau mengumumkan tentang pemandu jalan bagi disabilitas yang baru saja selesai pengerjaannya. Guiding Block atau jalur taktil  yang dibuat bertujuan sebagai sarana penunjang disabilitas di MTsN 19 Jakarta.

 

“Hmmmm,benar rasaku tadi,”gumamku lagi dalam hati. Aku, Kenichi Satria Kaffah, salah satu siswa kelas  9 penyandang tuna netra yang ada di MTs N 19 Jakarta. Aku bersama teman-teman tuna netra lainnya, Atilla (kelas 9)  dan Safitri (kelas 8) yang akan memanfaatkan jalur taktil tersebut. Masih ku ingat, jalur semacam itu ada di sekolah dasar tempat dulu aku belajar, yang kebetulan adalah Sekolah Luar Biasa (SLB). Kini, jalur itu ada di madrasah tempat ku menimba ilmu, MTs N 19 Jakarta. 

 

Kepala Madrasah masih melanjutkan penjelasannya mengenai Guiding Block. “Garis kuning panjang menandakan aman untuk berjalan dan garis kuning  berbentuk bulat-bulat menandakan harus berhenti,” terangnya.

 

“Jalur ini membentang di sepanjang teras dan halaman yang dilalui. Dengan adanya garis ini siswa berkebutuhan khusus dapat melalui jalan menuju ruang kelas, ruang guru, toilet dan kantin tanpa pendampingan lagi, “ lanjut Kepala MTsN 19 Jakarta Retno Dewi Utami.

 

Rasanya senang berada di MTs N 19 Jakarta. Madrasah ini memberikan fasilitas yang menjadi kebutuhan kami, siswa penyandang tuna netra agar nyaman menuntut ilmu di sini. Guiding Block yang biasa ku kenal dengan braile block, sangat membantu kami berjalan tanpa pendampingan lagi. Garis jalur taktil ini adalah pemandu jalan ku di tempat aku menggapai cahaya masa depan, MTs N 19 Jakarta. (SM/ilm/ilm)