Berita

Kabid PHU : Pembimbing Manasik Haji di DKI Jakarta Sudah Bersertifikat

2018-04-16 12:49:07



Jakarta (Inmas Jaksel) --- Memasuki masa penyelenggaraan ibadah haji tahun 1439 H / 2018 M, segenap persiapan dilaksanakan termasuk manasik haji bagi calon jemaah. Untuk memberikan pelayanan optimal pada bimbingan manasik haji, maka Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa seluruh pembimbing manasik haji telah bersertifikat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kabid PHU) Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Sadirin saat menjadi narasumber dalam kegiatan Manasik Masal Tingkat Kota Jakarta Selatan, di Masjid Nurul Iman, Komplek Kementerian Pertanian, Jakarta.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, pembimbing manasik haji pada tahun ini wajib bersertifikat. Ini juga sesuai dengan arahan Kementerian Agama Pusat,” kata Sadirin usai menjadi narasumber dalam kegiatan Manasik Masal, Sabtu (14/04).

Lebih lanjut Sadirin menjelaskan, dengan keberadaan pembimbing haji bersertifikat akan berdampak pada kualitas manasik haji yang diberikan. “Manasik haji adalah memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang sebaik-baiknya melalui sistem dan manajemen agar pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan aman, tertib, lancar dan nyaman serta mandiri,” imbuhnya.

Oleh karena itu menurut Kabid PHU, pembimbing manasik haji, tak hanya perlu mumpuni dalam pemahaman ibadah haji itu sendiri. Tapi juga paham mengenai regulasi dan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji. Pembimbing haji yang bersertifikat, diharapkan memiliki pengetahuan tersebut.

“Karena (pembimbing manasik) sudah diberikan pendidikan dan pelatihan selama 100 jam. Pelatihan tersebut merupakan kerjasama Kemenag dengan UIN Jakarta dan UIN Bandung,” jelas Sadirin.

Senada dengan Kabid PHU, Kepala Kankemenag Jakarta Selatan Mukhobar pun berharap pelaksanaan manasik haji tahun ini dapat lebih baik.  “Semoga peserta setelah mengikuti acara manasik mendapatkan informasi yang akurat dan terkini serta mengerti dan faham mengenai prosesi ibadah haji”, kata Mukhobar.

Manasik masal tingkat Kota Jakarta Selatan diselenggarakan selama dua hari, 14 – 15 April 2018. Pada kegiatan yang mengangkat tema “Melalui Manasik Haji Kita Tingkatkan Kemandirian Calon Jamaah Haji Untuk Meraih Haji Mabrur” ini diikuti oleh 1917 calon jemaah haji asal Kota Jakarta Selatan.

“Pembinaan manasik di tingkat kota sebanyak dua kali dilanjutkan ke tingkat KUA Kecamatan masing-masing jamaah sesuai domisili sebanyak enam kali,” jelas Kabid PHU.

Kepada calon jemaah haji, Kakankemenag Jakarta Selatan berpesan untuk memanfaatkan kesempatan beribadah haji dengan sebaik-baiknya. “Mengingat masih banyak saudara-saudara kita yang masih berada di posisi waiting list/daftar tunggu keberangkatan yang masih  cukup lama. Ikuti aturan dan ketentuan guna kelancaran dan keberhasilan ibadah selama di Arab Saudi”, tutup mantan Kabid Urais Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Hadir juga dalam kesempatan ini Kasi PHU  Ahmad Baihaqi, Kasi PAIS Fatullah, Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan dr. Devi Surya Iriyani , para pembimbing manasik dan para jamaah calon haji Kota Jakarta Selatan. /RS/ilm