Berita

Dialog Kerukunan dan Persaudaraan Dalam Kebhinnekaan

2018-06-06 20:46:00



Jakarta (Inmas) -- Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Jakarta (HAAK KAJ) mengadakan Dialog Kerukunan dan Persaudaraan. Kegiatan ini mengusung tema " Kita Bhineka Kita Indonesia" di Aula St. Yohanes - Gereja St. Perawan Maria Jl. Katedral Jakarta. Rabu (06/06)

Dalam kesempatan ini Rudi Pratikno sebagai moderator dari Komisi HAAK KAJ serta Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Saiful Mujab, Ketua FKUB DKI Jakarta, Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Suharyo sebagai narasumber.

Saiful Mujab menyampaikan bahwa terdapat 3 (tiga) kerukunan yang menjadi pondasi dalam kerukukan umat beragama.

Pertama, kerukunan intern umat beragama, dimana tokoh agama sebagai basis dan pondasi utama.

Kedua, kerukunan antar umat beragama. “ Negara kita Negara yang beragama, bukan Negara agama. Karena Negara kita terdiri lebih dari 17 ribu pulau, 700 suku, seribu bahasa dan 6 Agama yang di akui oleh Negara”, kata Kakanwil.

Ketiga, kerukunan umat beragama dengan pemerintah. “Negara kita adalah satu-satunya di dunia yang ada Kementerian Agama hanya di Indonesia”, ujarnya.

Dalam mencapai kebersamaan ini, perbedaan adalah sunattullah Tuhan YME yang melahirkan kita semua dalam kondisi yang berbeda.”Karena perbedaan itu lah kita menuju persatuan”, lanjutnya.

Dalam sesi tanya jawab Kakanwil menyampaikan menghadapi tahun politik, dimana pengurus FKUB harus dewasa menghadapinya. “Persatuan Indonesia tetap ada. Kita disini adalah merupakan suatu kesatuan Indonesia”, pesannya.
 

“Alhamdulillah Indonesia diakui oleh dunia sebagai barometer kerukunan umat di dunia. Bahkan sebagai laboratorium kerukunan umat ada di Indonesia” tegas kakanwil dihadapan para undangan.

Tampak dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov. DKI Jakarta H. Saiful Mujab, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta Syafi’i Mufid, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan Taufan Bakri. /s.regar /fh.