Pulau Pramuka, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar Rapat Koordinasi bersama para Penyuluh Agama Islam. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Kepulauan Seribu, Nasruddin, sebagai tindak lanjut hasil Rapat Pimpinan (Rapim) dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan program kegiatan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah, pada Kamis (12/2/2026).
Rapat yang dilaksanakan di kantor perwakilan Kemenag Kepulauan Seribu tersebut membahas secara teknis pelaksanaan program kepenyuluhan agar berjalan efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu.
Dalam arahannya, Kepala Kemenag Kepulauan Seribu, Nasruddin, menekankan pentingnya menghadirkan kajian Fikih Puasa sebagai program unggulan Ramadhan tahun ini. Kajian tersebut direncanakan dilaksanakan secara luring (offline) maupun daring (online) agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk warga di pulau-pulau berpenduduk.
“Kajian Fikih Puasa harus menjadi penguatan literasi keagamaan masyarakat. Kita ingin umat memahami ibadah puasa secara benar, tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga berkualitas secara spiritual,” tegas Nasruddin.
Ia juga mengarahkan agar kegiatan kajian dilaksanakan minimal dua kali selama bulan Ramadhan dengan konsep yang menarik dan interaktif.
Selain substansi materi, Nasruddin menekankan pentingnya pengemasan kegiatan yang kreatif dan kekinian, serta optimalisasi publikasi.
“Setiap kegiatan harus dikemas secara menarik, komunikatif, dan menyentuh kebutuhan umat. Dokumentasikan dalam bentuk foto dan video, lalu publikasi melalui media sosial Kemenag agar syiar Ramadhan semakin luas,” ujarnya.
Menurutnya, peran penyuluh tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai duta informasi dan edukasi keagamaan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan media digital.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Achmad Mastur, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi momentum konsolidasi dan penyamaan persepsi antara Seksi Bimas Islam dan para penyuluh dalam menyukseskan program Ramadhan.
“Rapat ini adalah langkah strategis untuk memastikan seluruh program berjalan terstruktur, terukur, dan berdampak. Penyuluh adalah ujung tombak pelayanan keagamaan di masyarakat, sehingga sinergi dan kekompakan menjadi kunci keberhasilan,” ujar Achmad Mastur.
Ia juga mengajak para penyuluh untuk terus meningkatkan inovasi dalam metode dakwah dan kepenyuluhan, agar pesan-pesan Ramadhan dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan koordinasi yang solid dan komitmen bersama, Seksi Bimas Islam optimis pelaksanaan program kepenyuluhan Ramadhan 1447 H di Kepulauan Seribu akan berjalan lancar, semarak, serta memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi masyarakat.