Jakarta (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) -- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menggelar kegiatan kultum rutin ba’da Zuhur yang berlangsung di Kantor Perwakilan Kemenag Kepulauan Seribu, pada Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut diisi tausiah oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kepulauan Seribu Selatan, Nurcholis, dengan mengangkat tema “Di Momen Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ini, Mari Meneladani Semangat Boedi Oetomo untuk Memperkuat Ukhuwah dan Nasionalisme.”
Kultum rutin ini diikuti jajaran pegawai dan ASN di lingkungan Kemenag Kepulauan Seribu dengan penuh khidmat. Dalam tausiahnya, Nurcholis mengajak seluruh peserta menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai pengingat pentingnya persatuan, kebersamaan, dan semangat membangun bangsa melalui nilai-nilai keagamaan.
Ia menjelaskan bahwa lahirnya organisasi Boedi Oetomo menjadi tonggak kebangkitan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan persatuan dan kesadaran nasional. Semangat tersebut, menurutnya, sangat relevan diterapkan dalam kehidupan saat ini, terutama dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga nasionalisme di tengah keberagaman masyarakat.
“Semangat Boedi Oetomo mengajarkan kita pentingnya persatuan dan kepedulian terhadap bangsa. Sebagai umat beragama dan aparatur negara, kita harus mampu menjaga ukhuwah, mempererat silaturahmi, serta terus menanamkan rasa cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nurcholis.
Ia juga menegaskan bahwa nilai nasionalisme tidak bertentangan dengan ajaran agama. Justru, menjaga persatuan bangsa, saling menghormati, dan menciptakan kerukunan merupakan bagian dari implementasi Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional jangan hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus menjadi penguat semangat untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, menjaga kebersamaan, dan meningkatkan kepedulian sosial,” tambahnya.
Menutup kultumnya, Nurcholis menyampaikan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.
“Hubbul wathan minal iman, cinta tanah air adalah bagian dari iman. Apa pun suku, ras, dan golongan kita, tetap satu nama, yaitu Indonesia. Mari belajar dari para tokoh pendiri bangsa yang telah memberikan teladan luar biasa dalam membangun persatuan di momen Hari Kebangkitan Nasional ini,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak rasa syukur dalam kehidupan agar Allah SWT senantiasa menambah nikmat dan keberkahan.
“Banyaklah bersyukur dalam kehidupan, karena dengan bersyukur hati menjadi tenang, hidup menjadi berkah, dan Allah akan menambah nikmat kepada hamba-Nya,” katanya.
Selain itu, Nurcholis menyampaikan hadis Rasulullah SAW tentang manusia terbaik dan manusia terburuk.
“Khairunnas man thala ‘umuruhu wa hasuna ‘amaluhu, sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amal serta akhlaknya. Seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya namun buruk akhlak dan perangainya,” jelasnya.
Ia pun menutup tausiah dengan pesan tentang pentingnya menghargai sesama manusia.
“Man lam yasykurin naas lam yasykurillah, siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka ia tidak bersyukur kepada Allah. Maka mari kita biasakan menghargai, menghormati, dan berterima kasih kepada sesama,” pungkasnya.
Kegiatan kultum rutin ba’da Zuhur tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan spiritual bagi pegawai di lingkungan Kemenag Kepulauan Seribu sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai. Melalui kegiatan tersebut diharapkan nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan semangat kebangsaan dapat terus tumbuh serta menjadi budaya positif dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.