Berita

Penyuluh Agama Kemenag Sampaikan Kultum Ramadan, Perkuat Pembinaan Keagamaan Masyarakat

Rabu, 11 Maret 2026
Dibaca 450 kali
blog

Kuliah Ramadhan

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tanjung Priok, Dani Hidayat, menyampaikan tausiah dalam kegiatan Kultum Ramadan (Kurma) 1447 H yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan Kementerian Agama untuk meningkatkan pemahaman dan kualitas ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadan.

 

Kultum Ramadan diikuti oleh pegawai dan jamaah masjid setelah pelaksanaan salat zuhur. Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama terus mendorong peran penyuluh agama dalam memberikan bimbingan keagamaan secara langsung kepada masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan yang menjadi waktu peningkatan ibadah.

 

Dalam tausiyahnya, Dani Hidayat menyampaikan bahwa ibadah puasa memiliki peran penting dalam membersihkan hati dan jiwa manusia. Ia mengutip Al-Qur’an Surat Al-Fathir ayat 18 yang menjelaskan perbedaan antara orang yang menjaga kesucian diri dengan mereka yang mengotorinya, “Perbandingannya laksana orang yang berada di tempat terang benderang dengan orang yang ada di tempat gelap gulita. Oleh karenanya kita patut bersyukur karena masih diberi kesempatan menjalankan puasa dan mensucikan hati,” ujarnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat berbagai sifat yang memengaruhi perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Mengutip pendapat Imam Abu Hamid Al-Ghazali, Dani menyampaikan bahwa terdapat beberapa sifat yang dapat merugikan apabila tidak dikendalikan dengan baik.

 

Menurutnya, salah satu sifat yang harus dihindari adalah kecenderungan untuk berbuat kerusakan atau merugikan orang lain. Selain itu, ia juga mengingatkan agar seseorang tidak menyalahgunakan kekuasaan atau jabatan yang dimiliki, karena hal tersebut dapat menimbulkan ketidakadilan di tengah masyarakat. Dani menambahkan bahwa sifat lain yang perlu diwaspadai adalah dorongan hawa nafsu yang dapat membawa seseorang pada perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keseimbangan dalam kehidupan dapat terwujud apabila seseorang mampu menumbuhkan sifat kebaikan yang berlandaskan keimanan. Sifat tersebut tercermin dalam kedekatan kepada Allah SWT melalui ibadah, membaca Al-Qur’an, serta kepedulian sosial terhadap sesama, “Tanda-tandanya terlihat dari kedekatan kepada Sang Pencipta, yang diwujudkan dengan ibadah yang konsisten serta kepedulian kepada orang lain,” kata Dani.

 

Kegiatan Kultum Ramadan menjadi salah satu program rutin yang dilaksanakan Kementerian Agama melalui penyuluh agama sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Melalui pembinaan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman keagamaan yang lebih baik serta mampu mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

 

Program pembinaan keagamaan selama Ramadan juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan penyuluh agama secara langsung, kegiatan keagamaan diharapkan dapat berjalan lebih terarah serta memberikan manfaat nyata bagi jamaah dan lingkungan sekitar.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor