Jakarta (Humas MAN 9) — MAN 9 Jakarta menggelar pelatihan penulisan berita pada Kamis (6/11) di aula madrasah sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi dan keterampilan jurnalistik warga madrasah, sejalan dengan program Kementerian Agama dalam memperkuat kompetensi komunikasi dan publikasi satuan pendidikan. Pelatihan ini menghadirkan Syahrial Mayus, yang membawakan materi “Tips Menulis Berita: Cara Menarik dan Informatif”.
Dalam sesi awal, Syahrial Mayus memaparkan materi mengenai cara menulis berita yang efektif. Ia menjelaskan empat langkah penting dalam penulisan berita, mulai dari membuat hook yang menarik, menyusun struktur naratif yang mengalir, menyajikan informasi relevan, hingga menggunakan kalimat variatif agar berita tidak membosankan. “Strategi membuat berita yang jelas, sesuai, dan berkesan yaitu dengan menyertakan kutipan yang berkaitan, detail yang tepat, serta bahasa yang jelas dan singkat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa transisi yang baik juga diperlukan agar pembaca mudah memahami isi berita.
Syahrial Mayus kemudian melanjutkan materi mengenai struktur penulisan berita, termasuk pentingnya judul yang menarik, lead yang mampu mengajak pembaca terus mengikuti isi berita, serta penyajian informasi yang detail. Ia juga menekankan peran kutipan narasumber dalam memperkuat nilai berita. Dalam sesi berikutnya, ia memaparkan teknik efektif dalam meningkatkan kualitas berita, seperti penggunaan hook yang memikat, struktur yang teratur, serta kutipan dan rincian tambahan untuk memberi perspektif yang lebih luas.
Sebagai penutup, Syahrial Mayus memberikan pesan kepada peserta pelatihan agar tidak terpaku pada satu sudut pandang dalam menulis berita. “Dalam menulis berita jangan hanya fokus pada satu angle saja. Ambil angle yang berbeda-beda. Kita tidak tahu mana yang lebih menarik, karena yang menilai adalah pembaca,” tuturnya. Ia juga berharap pelatihan ini dapat mendorong peningkatan kualitas publikasi madrasah. “Semoga Humas MAN 9 Jakarta dapat menjadi lebih baik dalam pembuatan berita demi meningkatkan citra madrasah,” tambahnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam memperkuat kemampuan komunikasi publik sekaligus mendukung program Kemenag untuk menghadirkan madrasah sebagai lembaga pendidikan yang informatif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.