Berita

Kultum Ramadan Kemenag Kepulauan Seribu: Penyuluh Agama Jelaskan Tiga Tingkatan Puasa Menuju Derajat Takwa

Rabu, 11 Maret 2026
Dibaca 461 kali
blog

Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menggelar kegiatan kultum ba’da zuhur dalam rangka menghidupkan suasana ibadah di bulan suci Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Perwakilan Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu, pada Rabu (11/3/2026).


Kultum kali ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kepulauan Seribu Selatan, Irvan Dady, yang mengangkat tema “Tiga Tingkatan Puasa Menurut Imam Al-Ghazali.”


Dalam ceramahnya, Irvan menjelaskan bahwa menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, puasa memiliki tiga tingkatan yang menggambarkan kualitas ibadah seseorang.


Tingkatan pertama adalah shaumul umum, yaitu puasa orang kebanyakan yang hanya menahan lapar, dahaga, dan syahwat semata, namun belum mampu menjaga anggota tubuh dari perbuatan dosa seperti ghibah, fitnah, berbohong, maupun perbuatan tercela lainnya.


“Tingkatan puasa yang pertama ini merupakan tingkatan paling rendah, karena seseorang hanya menahan lapar dan dahaga secara fisik, tetapi masih melakukan perbuatan yang dapat mengurangi nilai puasanya,” jelas Irvan.


Ia menambahkan, kondisi tersebut sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga.


Tingkatan kedua adalah shaumul khushush, yaitu puasa orang-orang yang istimewa. Pada tingkatan ini, seseorang tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan dosa.


Irvan mencontohkan, dalam kehidupan saat ini menjaga kualitas puasa juga berarti mampu mengendalikan diri dalam penggunaan media sosial, seperti tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.


“Orang yang berada pada tingkatan puasa ini bukan hanya menjaga perutnya, tetapi juga menjaga lisannya, matanya, tangannya, bahkan jari-jemarinya agar tidak menyebarkan sesuatu yang tidak benar,” ujarnya.


Adapun tingkatan tertinggi adalah shaumul khususil khusus, yaitu puasa orang-orang yang sangat istimewa seperti para nabi dan para wali Allah. Pada tingkatan ini, seseorang tidak hanya menjaga anggota tubuhnya dari dosa, tetapi juga menjaga hati, pikiran, dan batinnya agar senantiasa tertuju kepada Allah SWT.


“Pada tingkatan ini, hati dan pikiran benar-benar fokus untuk beribadah kepada Allah. Segala yang terlintas dalam diri hanya untuk menambah kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya,” terang Irvan.


Di akhir ceramahnya, ia mengajak para pegawai menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah puasa agar tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga.


“Minimal kita berusaha mencapai tingkatan puasa yang kedua, yaitu mampu menjaga diri dari berbagai perbuatan dosa, sehingga puasa yang kita jalani benar-benar mengantarkan kita menjadi pribadi yang bertakwa,” pungkasnya.


Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para jemaah yang hadir terkait berbagai persoalan seputar ibadah puasa.


Sebagai tambahan informasi, kegiatan pembinaan rohani serupa juga dilaksanakan di Kantor Kemenag Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka, yang diisi dengan rangkaian kegiatan salat berjamaah, kultum Ramadan, serta tadarus Al-Qur’an bagi para pegawai Kemenag Kepulauan Seribu.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Seribu, Kasi Pendidikan Islam, para pejabat fungsional, serta para pelaksana di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor