TUESDAY, 15 OCT 2019

Kepala Kankemenag maknai Hari Kebangkitan Nasional dengan semangat kebersamaan


Kan Kemenag Jakarta Barat 20 May 2019, 14:08


Jakarta (Inmas Jak Bar) --- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke 111, sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah palapa yang ditemukan pada kitab Pararaton tertulis, Lamun humus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik samana isun amukti palapa.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Jakarta Barat Sofi'i, membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI saat menjadi Inspektur Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-111 di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat Jl.Perdana Grogol Petamburan, Senin (20/05/2019).

Tafsiran atas teks tersebut umumnya menurut para ahli, bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.

Sofi'i melanjutkan bahwa Peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadhan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan - perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah.

"Mari kita maknai Hari Kebangkitan Nasional ini dengan semangat kebersamaan, semangat persatuan dan kita bangkit dalam bingkai NKRI," pesan Sofi'i usai upacara.

Menurut Sofi'i hari kebangkitan nasional ini harus menjadi moment kembali bersatunya kita  setelah berada dalam perbedaan pilihan pada pemilu. 

"Saatnya kita bersatu untuk bangsa yang besar ini," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kridarto, ketika diminta komentarnya mengatakan Hari Kebangkitan Nasional yang diprakarsai oleh pejuang kita adalah sebagai wujud bahwa bangsa kita ini harus bangkit menuju kejayaan. 

Kridarto menambahkan bahwa ini akan menjadi motivasi bagi generasi kita untuk terus semangat dalam menuju kejayaan bangsa dan negara ini, demi terwujudnya persatuan dan kesatuan serta keutuhan NKRI. 

"Jadi, tidak mungkin kejayaan suatu bangsa tercapai apabila bangsa itu terpecah belah dalam ketidakdamaian," jelas Kridarto.  /Joel

 

Dibaca: 31 kali