Berita
Idul fitri 1447 H

Kemenag Luncurkan Program Masjid Ramah Pemudik Idul fitri 1447 H, Siapkan 6.859 Masjid untuk Tempat Singgah

Rabu, 11 Maret 2026
Dibaca 1,264 kali
blog

Jakarta (Humas) — Kementerian Agama resmi menggelar Kick Off Program Masjid Ramah Pemudik Idulfitri 1447 H dan Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026 pada Rabu (11/3/2026) di Jakarta. Program yang digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan singgah yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.

 

Melalui program tersebut, Kementerian Agama menyiapkan sebanyak 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat singgah gratis bagi para pemudik. Masjid-masjid yang terlibat akan memberikan layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh, khususnya pada arus mudik dan arus balik Idulfitri.

 

Wakil Menteri Agama, Romo Syafii, dalam sambutannya menegaskan bahwa masjid memiliki fungsi pelayanan sosial yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pemerintah mendorong agar masjid tidak hanya digunakan untuk ibadah rutin, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas, “Masjid memang tempat melayani. Kita ingin mengubah wajah masjid yang selama ini terkesan hanya dibuka untuk salat lima waktu. Sekarang masjid diprogram sesuai fungsinya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Romo Syafii.

 

Menurutnya, program Masjid Ramah Pemudik merupakan langkah untuk menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat pelayanan umat. Ia menjelaskan bahwa seluruh jajaran Kementerian Agama di daerah telah diminta untuk berkoordinasi dengan pengurus masjid agar layanan dapat berjalan selama masa mudik. Ia menambahkan bahwa keterlibatan ribuan masjid di seluruh Indonesia menunjukkan kesiapan masyarakat dalam mendukung kelancaran perjalanan pemudik.

 

Dalam program ini, masjid yang terlibat akan membuka akses selama 24 jam dan menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik. Layanan yang disiapkan antara lain area istirahat, tempat ibadah, fasilitas toilet yang bersih, air bersih, serta pengamanan di lingkungan masjid dan area parkir.

 

Selain itu, tersedia pula ruang layanan kesehatan, fasilitas pengisian daya telepon seluler, pusat informasi perjalanan, serta penyediaan air minum dan makanan ringan. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan jarak jauh.

 

Untuk mendukung penyebaran informasi, Kementerian Agama bekerja sama dengan Radio Elshinta melalui program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026. Melalui siaran radio tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai kondisi lalu lintas, lokasi masjid ramah pemudik, serta fasilitas yang tersedia di sepanjang jalur mudik.

Siaran EMI dijadwalkan mengudara mulai H-8 hingga H+8 Lebaran, sedangkan layanan Masjid Ramah Pemudik berlangsung dari H-7 sampai H+7 Idulfitri.

 

Romo Syafii juga menyampaikan bahwa semangat pelayanan kepada pemudik tidak hanya dilakukan oleh masjid, tetapi juga didukung rumah ibadah lain di Indonesia. Ia mengatakan bahwa berdasarkan koordinasi lintas lembaga, sejumlah gereja, vihara, klenteng, dan pura turut membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan, “Kerukunan yang menjadi ikon persatuan Indonesia hari ini tergambar dengan sangat indah lewat pelayanan rumah-rumah ibadah bagi para pemudik,” katanya.

 

Program Masjid Ramah Pemudik menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui penyediaan tempat singgah yang layak dan mudah diakses, pemerintah berharap perjalanan mudik Idulfitri 1447 H dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor