Jakarta (Humas KanKemenag Jakarta Selatan) — Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan menggelar pengukuhan dan serah terima jabatan kepala madrasah negeri di lingkungan Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan sebagai bagian dari penataan organisasi dan penguatan kepemimpinan di satuan pendidikan madrasah.
Pengukuhan ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan berita acara jabatan di hadapan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, M. Yunus Hasyim. Kegiatan tersebut disaksikan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Syamsuddin dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Supadi, serta diikuti oleh para kepala madrasah dan pejabat tata usaha di lingkungan Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, berita acara pengukuhan jabatan diserahkan kepada Haniah Mase sebagai Kepala MAN 23 Al Azhar Asy-Syarif Kota Jakarta Selatan, Asifudin sebagai Kepala MTsN 1 Kota Jakarta Selatan, Sri Setiti sebagai Kepala MTsN 2 Kota Jakarta Selatan, dan Nur Laila Nurman Lubis sebagai Kepala MTsN 43 Kota Jakarta Selatan. Pengukuhan dilakukan sebagai bagian dari penataan struktur kepemimpinan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah.
Selain pengukuhan, dilaksanakan pula serah terima jabatan di beberapa satuan kerja. Serah terima jabatan Kepala MIN 4 dilakukan dari Zuhrotun Nisa kepada Hery Purnawan, serta Kepala MTsN 1 dari Nurjanah kepada Muliati. Penyerahan berita acara juga diberikan kepada Iin Chodijah sebagai Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 32 dan Munibah sebagai Kepala Urusan Tata Usaha MAN 23 Al Azhar Asy-Syarif Kota Jakarta Selatan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, M. Yunus Hasyim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang bertujuan menjaga keberlangsungan tugas dan fungsi lembaga. Ia menegaskan bahwa penataan jabatan dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, “Rotasi, mutasi, dan promosi merupakan hal yang biasa dalam birokrasi dan menjadi bagian dari proses penguatan organisasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik,” ujar M. Yunus Hasyim.
Ia menambahkan bahwa kepala madrasah memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, membina tenaga pendidik, serta memastikan layanan pendidikan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, kepemimpinan yang kuat di madrasah akan berdampak pada peningkatan mutu peserta didik, “Kepala madrasah harus mampu menjaga integritas, meningkatkan kinerja, dan memastikan madrasah memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan pengukuhan dan serah terima jabatan merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat tata kelola pendidikan madrasah di wilayah Jakarta Selatan. Dengan penataan kepemimpinan yang terarah, diharapkan setiap satuan pendidikan dapat menjalankan program pembelajaran secara optimal dan memberikan manfaat bagi peserta didik serta masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh M. Jalaluddin sebagai penanda berakhirnya acara. Melalui pengukuhan dan serah terima jabatan ini, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan madrasah melalui penguatan manajemen, profesionalitas aparatur, serta pelayanan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat.