Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Utara) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, menerima kunjungan Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Ta’lim Kota Jakarta Utara di ruang kerjanya, Kamis (2/4/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana halalbihalal sekaligus membahas sejumlah program kerja yang sedang berjalan.
Ketua Pokja Majelis Ta’lim Kota Jakarta Utara, Robiyatul Adawiyyah, bersama Sekretaris Yuli hadir dalam pertemuan tersebut untuk bersilaturahmi serta memohon arahan dan masukan terkait penguatan program organisasi.
“Kami bersilaturahim, sambil membicarakan sejumlah program kerja, salah satunya adalah lomba Majelis Ta’lim tingkat Kota Jakarta Utara,” ujar Robiyatul Adawiyyah kepada tim Humas.
Dalam kesempatan tersebut, Robiyatul juga menyampaikan pesan yang diterima dari Kepala Kantor Kemenag terkait pentingnya kemandirian organisasi. Menurutnya, Pokja Majelis Ta’lim didorong untuk memiliki berbagai sumber daya yang dapat mendukung keberlangsungan organisasi secara mandiri.
“Beliau mendorong kami agar memiliki sumber daya ekonomi mandiri agar bisa berbagi dan menghidupkan kelompok kerja majelis ta’lim di Jakarta Utara,” terangnya.
Sementara itu, Mawardi Abdul Gani dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan kelembagaan Majelis Ta’lim sebagai salah satu garda terdepan dalam pembinaan umat. Ia mengingatkan agar organisasi mampu menegaskan profilnya melalui pengelolaan administrasi yang baik dan tata kelola yang tertata.
“Majelis Ta’lim harus memiliki database untuk mengenali potensi jamaah dengan baik. Database adalah sebuah ruh bagi tubuh majelis ta’lim,” ujar Mawardi.
Ia menambahkan bahwa keberadaan database akan mempermudah organisasi dalam merencanakan program, mengembangkan ekonomi umat, serta melakukan pembinaan yang lebih terukur dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Mawardi menegaskan peran strategis organisasi keagamaan sebagai mitra Kementerian Agama dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Ia menyebutkan bahwa Pokja Majelis Ta’lim bersama organisasi lain memiliki peran penting sebagai ujung tombak pembinaan umat.
“Pokja, FKMT, IPPAQI, IGRA, dan lainnya merupakan ujung tombak program pembinaan layanan publik. Kementerian Agama tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi keagamaan,” pungkasnya.