Jakarta (Humas Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta) — Kepala Bidang Penerangan Agama Islam (Penais) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Slamet Abadi, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan rasa syukur sebagai landasan dalam membangun integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada apel pagi di halaman Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Senin (13/7/2026).
Dalam arahannya, Slamet menegaskan bahwa rasa syukur tidak cukup diwujudkan melalui ucapan, tetapi harus tercermin dalam sikap menerima nikmat yang telah dianugerahkan Allah SWT serta mengelola kehidupan secara bijaksana sesuai kemampuan.
"Kita harus mensyukuri apa yang sudah Allah berikan kepada kita. Jangan terus melihat ke atas hingga lupa bersyukur. Apa yang sudah kita miliki, baik pekerjaan, pangkat, maupun rezeki, patut disyukuri," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kesempatan menjadi ASN Kementerian Agama merupakan amanah yang patut disyukuri. Menurutnya, masih banyak masyarakat, khususnya generasi muda yang telah menyelesaikan pendidikan namun belum memperoleh pekerjaan. Oleh karena itu, setiap ASN perlu menjaga kepercayaan tersebut dengan bekerja secara bertanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Slamet juga mengimbau seluruh ASN agar tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang melampaui kemampuan. Menurutnya, memaksakan diri untuk memenuhi keinginan di luar kebutuhan dapat menimbulkan beban yang berdampak pada konsentrasi, produktivitas, dan kualitas pelayanan.
"Kebutuhan kita pada dasarnya telah dicukupi. Jangan memaksakan gaya hidup di luar kemampuan karena bisa berdampak pada konsentrasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat," pesannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rasa syukur merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun integritas ASN. Dengan hati yang bersyukur, seorang pegawai akan lebih mampu menjaga amanah, bekerja dengan tulus, serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan etika kerja yang menjadi budaya Kementerian Agama.
Mengakhiri arahannya, Slamet mengajak seluruh ASN menjadikan bulan Muharam sebagai momentum memperkuat introspeksi diri dan meningkatkan kualitas pengabdian. Ia mengingatkan agar setiap kesalahan masa lalu diiringi dengan istigfar, sementara masa depan dihadapi dengan doa, ikhtiar, dan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
"Yang sudah berlalu kita istigfari, yang akan datang kita iringi dengan doa dan harapan. Semoga rasa syukur senantiasa menguatkan integritas kita sebagai ASN Kementerian Agama," pungkasnya.
Melalui apel pagi tersebut, Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat pembinaan karakter ASN agar senantiasa mengedepankan nilai-nilai spiritual, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, sehingga mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.