Berita
berita

Dua Guru MTsN 34 Jakarta Tembus Antologi Cerpen Antikorupsi KPK, Raih Rekor MURI

Jumat, 1 Mei 2026
Dibaca 93 kali
blog

Penghargaan Rekor MURI penulisan Cerpen Antikorupsi

Jakarta (Humas MTsN 34 Jakarta) — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh tenaga pendidik MTs Negeri 34 Jakarta. Dua guru, yakni Halwati dan Wahyuni Budi Hastuti, berhasil menorehkan prestasi di bidang literasi dengan terpilihnya karya cerpen mereka dalam buku antologi cerpen antikorupsi yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

 

Karya cerpen berjudul “Amanah yang Tergadai” karya Halwati dan “Lirih dalam Rumah Kontrakan” karya Wahyuni Budi Hastuti lolos proses kurasi ketat bersama karya terbaik lainnya dari total 1.581 penulis se-Indonesia.

 

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara KPK RI dengan berbagai komunitas literasi, di antaranya FORPAK API Banten, Forpaknas, Pena Integrasi, Yayasan Rumah Indonesia Menulis, serta SIP Publishing. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui pendekatan literasi dan kekuatan narasi.

 

Buku antologi cerpen antikorupsi tersebut resmi diluncurkan pada 23 April 2026 di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK RI, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, karya kolaboratif ini juga mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai salah satu karya kolaboratif terbesar dalam penulisan cerpen antikorupsi.

 

Selain peluncuran buku, acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang telah berpartisipasi dalam gerakan literasi antikorupsi.

 

Wahyuni Budi Hastuti mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyampaikan kebanggaannya dapat berkontribusi dalam kegiatan nasional yang berdampak luas.

 

“Saya merasa senang bisa berkontribusi pada event penulisan cerpen antikorupsi dalam pencapaian rekor MURI. Jumlah peserta mencapai empat ribuan, yang mengirim naskah sekitar seribu lima ratusan, dan yang lolos kurasi ada seribu empat ratusan. Alhamdulillah cerpen saya bisa lolos kurasi dan dapat mengikuti acara launching buku di Auditorium Gedung KPK Jakarta,” ujarnya.

 

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus berkarya dan tidak ragu mengembangkan potensi diri melalui literasi. “Mari manfaatkan waktu selagi Allah beri kesempatan. Menulis itu bukan bakat, maka mari tetap berusaha mencoba memberanikan diri menyusun kata hingga menjadi sebuah karya,” tambahnya.

 

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas madrasah untuk terus berkarya, berinovasi, serta berkontribusi dalam gerakan positif, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui dunia pendidikan dan literasi.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor