Jumat, 21 April 2017, 10:42

Kasi Kesiswaan : Kejujuran itu Mutlak dalam Ujian

kegiatan monitoring oleh kasi kesiswaan

Jakarta (Humas MTsN 19) -- Memasuki hari ke-4 pelaksanaan USBN/UAMBN kelas IX MTs, Kasi Kesiswaan Pendidikan Madrasah, Kanwil DKI melakukan monitoring pelaksanaan USBN/UAMBN di MTsN 19 Jakarta Selatan. Ini merupakan kegiatan rutin setiap pelaksanaan ujian di madrasah, hari ini saya mendapat jadwal berkunjung ke MTsN 19, ungkap Viola Cempaka, Kasi Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Provinsi DKI Jakarta. Sejak pukul 07.00 WIB sudah hadir di madrasah dan disambut langsung oleh Kepala MTsN 19, Retno Dewi Utami.

Seperti diketahui bahwa jumlah siswa kelas IX MTsN 19 yang mengikuti USBN/UAMBN tahun ini berjumlah seratus peserta didik. Mereka sudah kami persiapkan sejak jauh-jauh hari dalam menghadapi USBN/UAMBN ataupun UNBK. Sejak semester pertama peserta didik sudah mendapat materi tambahan melalui pendalaman materi yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat dan Sabtu, ungkap Kepala MTsN 19.

Setelah memeriksa kelengkapan administrasi panitia USBN/UMBN di ruang panitia, Viola melanjutkan monitoringnya ke ruang pengawas ujian. "Kita berharap penyelenggaraan USBN/UAMBN tahun ini dapat lebih baik dari tahun lalu, dan marilah kita bangun madrasah menjadi lebih bersih dan jujur," tegas dia. Integritas madrasah dapat diwujudkan salah satunya dengan membiasakan siswa bekerja secara jujur dan percaya diri dalam pelaksanaan ujian, apalagi saat ini, sedang berlangsung UASBN/UAMBN, kejujuran itu mutlak, demikian Ibu Kasi menekankan kepada Kepala MTsN dan beberapa pengawas.

Syarat menjadi madrasah lebih baik dan lebih baik madrasah adalah madrasah harus sanggup menyediakan pelayanan pendidikan merata kepada seluruh peserta didiknya. Karena jika pelayanan pendidikan di madrasah sudah merata dan nilai kejujuran saat ujian nasional sudah tinggi, madrasah akan menjadi salah satu institusi pendidikan yang diharapkan oleh masyarakat dan menjadi madrasah yang diidamkan dan menjadi prioritas. Pesannya sebelum meninggalkan madrasah kepada kepala madrasah, panitia, dan pengawas ujian bahwa segenap unsur yang terlibat dalam pendidikan madrasah harus membiasakan diri dengan lima budaya kerja Kementerian Agama, yaitu integritas, profesional, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan, demikian tutup Viola Cempaka. (rDha)

Berita Lainnya
Sabtu, 22 April 2017, 10:49

KASI PEMAD MONEV PELAKSANAAN UAMBN-USBN DI MTSN 34 JAKARTA

Sabtu, 22 April 2017, 10:11

ARAHAN KEPALA MTsN 34 JAKARTA KEPADA PEMGAWAS UAMBN-USBN

Sabtu, 22 April 2017, 07:31

MTSN 34 JAKARTA; AWALI UAMBN DENGAN BIMBINGAN MOTIVASI DAN DOA SUKSES BERSAMA

Sabtu, 22 April 2017, 06:38

Belajar Melalui Observasi Ke Pusat Penelitian, Peserta Didik MTsN 32 Jakarta Outing Class Berkarakter Sains

Jumat, 21 April 2017, 14:25

HARI TERAKHIR PPDB ONLINE MTS N 39, JUMLAH PENDAFTAR LEBIH DARI 300 ORANG