Senin, 13 Maret 2017, 19:13

5 PESAN AMANAT UPACARA DISAMPAIKAN DENGAN BAHASA ALA RAJA SALMAN

Suasana upacara bendera, Senin (13/3) di MAN 21 Jakarta

Jakarta (Humas MAN 21) -- Senin (13/3)segenap civitas academica MAN 21 Jakarta mengikuti upacarabendera di halaman madrasah. Bertindak sebagai pembina upacara adalah wali kelas X Agama, Rahima S.Pd. Bersama para siswanya guru pengampu mapel Bahasa Arab di Madrasah ini mampu membawakan suasana upacara penuh dengan kekhidmatan.

Dipandu oleh Kartika Sari selaku MC (Master of Ceremony) dan Fadil Atalah Sofyan selaku komandan upacaranya kegiatan rutin dua pekanan ini dapat berjalan dengan baik.

Hal yang menarik dari upacara kali ini adalah saat pembina upacara menyampaikan amanatnya. Di hadapan peserta yang tak kurang dari lima ratus orang, Ummi, panggilan akrab guru lulusan Bahasa Arab dari IKIP Bandung ini memberikan amanatnya dengan memakai bahasa Arab. Hanya beberapa kalimat saja yang ia terjemahkan untuk memudahkan pemahaman isi kontent dari maksud yang disampaikannyaitu.

Secara umum pesan yang ia sampaikan ditujukan kepada seluruh siswa peserta upacara mengenai motivasi belajar menuju kesuksesan. Namun secara khusus pesan-pesan ituterkait dengan siswa kelas XII yang saat ini (13/3) akan menghadapi simulasi gladi bersih UNBK (13-14) dan selanjutnya akan menghadapi US/UMBN (15-18/3), UAMBN (20-24/3) dan UNBK (10-13/3).

Ummimengharap agar para siswa madrasah bisa menyikapi berbagai ujian yang bakal mereka hadapi itu dengan baik. Dengan memperbanyak amalan-amalan shalihat (kegiatan positif).

Keseriusan nampak di wajah para peserta saat guru kelahiran Bandung ini secaraperlahan menyampaikan maksudnya dengan Bahasa ala Raja Salman. Berikut substansi yang dapat ditangkap dari kelima pesan dimaksud.

Pertama,Taqarrub ilallah.Mendekatkan diri kepada Allah. Menjaga shalat lima waktu dan amalan-amalan ibadah sunnah (nawafil) terutama ibadah malam hari (Qiyamul Lail) adalah upayanya. Semakin dekat seorang hamba kepada Allah, maka ia akan semakin mudah bisa menyelesaikan segala persoalan.

Kedua, Birrul Walidainatau berbakti kepada kedua orangtua. "Karena ridha Allah itu berada pada ridha kedua orang tuanya," begitu kata guru Bahasa Arab MAN 21 Jakarta ini mengungkapkan. TermasukBirrul Walidainini adalah agar para siswa tidak menyakiti para guru mereka. "Karena guru adalah orangtua mereka juga di madrasah ini," katanya."Oleh karena itu," lanjutnya, "Minta maaflah kalian kepada mereka dan juga minta ridha mereka," pintanya.

Ketiga,Belajar dengan sungguh-sungguh. "Tidak ada orang yang sukses tanpa ia belajar dengansungguh-sungguh," terangnya.

Keempat,Hafizhus Sihhah atau menjaga kesehatan. Ia menghimbau kepada peserta upacara agar memperhatikan makanan keseharian mereka. Jangan sampai dalam mengkonsumsi makanandari pagi, siang hingga sore harinya terus menerus mengkonsumsi 'mie'. Ia menyarankan agar para siswanya dapat menjaga pola makanan dengan baik. Dengan memperhatikan asupan gizi dan vitamin tentunya.

Kelima, terusberinfaq dan shadaqah. Dengan banyak memberikan amalan infaq atau sadaqah ini akan bisa menjadi wasilah (perantara) pada kemudahan segala persoalan, termasuk dimudahkan dalam ujian dan kelulusan. (lt)

Berita Lainnya
Jumat, 24 Maret 2017, 15:48

TERKAIT MADRASAH PESAN KH. HASYIM MUZADI AGAR MENJADI KENYATAAN

Jumat, 24 Maret 2017, 14:33

Dua Orang Guru MAN 9 Jakarta Mengawas UAMBN/USBN di MAS Al Hidayah Jatibening II

Jumat, 24 Maret 2017, 14:27

Wisata Edukasi Siswa Kelas XI MAN 22 Jakarta di SkyWorld Indonesia

Jumat, 24 Maret 2017, 10:58

Siswa Kelas XI MAN 22 Jakarta Kunjungi Gedung DPR RI

Jumat, 24 Maret 2017, 07:48

Guru Ini Menempuh Jarak Puluhan Kilometer Menuju Tempat Tugas Mengawas UAMBN