Rabu, 26 Oktober 2016, 08:17

Sejarah Singkat Kanwil Kemenag Prov. DKI Jakarta

SEJARAH SINGKAT KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI DKI JAKARTA

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Hal tersebut tercermin baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan bernegara. Secara historis, benang merah nafas keagamaan tersebut, dapat ditelusuri sejak abad V Masehi, dengan berdirinya kerajaan Kutai yang bercorak Hindu di Kalimantan, melekat pada kerajaan-kerajaan di pulau Jawa, antara lain kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat, dan kerajaan Purnawarman di Jawa Tengah. Dan pada masa kerajaan Sriwijaya, candi Borobudur dibangun sebagai lambang kejayaan agama Budha. Pemerintah kerajaan Sriwijaya juga membangun sekolah tinggi agama Budha di Palembang yang menjadi pusat studi agama Budha se-Asia Tenggara pada masa itu. Bahkan beberapa siswa dari Tiongkok yang ingin memperdalam agama Budha lebih dahulu, beberapa tahun membekali pengetahuan awal di Palembang sebelum melanjutkannya ke India.

Dan pada abad ke 7, melalui para pedagang Arab yang telah lama berhubungan dagang dengan kepulauan Indonesia tidak lama setelah Islam berkembang di Jazirah Arab. Agama Islam tersiar secara hampir merata di seluruh kepulauan nusantara seiring dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam, seperti Perlak dan Samudera Pasai di Aceh, kerajaan Demak, Pajang dan kerajaan Mataram di Jawa Tengah, kerajaan Cirebon dan Banten di Jawa Barat, kerajaan Goa di Sulawesi Selatan, kerajaan Tidore dan Ternate di Maluku, kerajaan Banjar di Kalimantan, dan lain-lain.

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia menentang penjajahan Belanda, banyak raja dan kalangan bangsawan yang bangkit menentang penjajah. Mereka tercatat sebagai pahlawan bangsa, seperti Sultan Iskandar Muda, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Panglima Olim, Sultan Agung Mataram, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Sultan Agung Tirtayasa, Sultan Hasanuddin, Sultan Goa, Sultan Ternate, Pangeran Antasari, dan lain-lain.

Secara filosofis, sosio politis dan historis, agama bagi bangsa Indonesia, sudah berurat dan berakar dalam kehidupan bangsa. Itulah sebabnya para tokoh dan pemuka agama, selalu tampil sebagai pelopor pergerakan dan perjuangan kemerdekaan, baik melalui partai politik, maupun sarana lainnya. Perjuangan gerakan kemerdekaan tersebut melalui jalan yang panjang sejak jaman kolonial Belanda sampai kalahnya Jepang pada Perang Dunia ke II.

Mr. Mohamad Yamin adalah orang pertama yang mengusulkan dalam sidang BPUPKI agar Pemerintah RI membentuk Kementerian Islamiyah. Para tokoh banyak yang mengusulkan agar Kementerian yang mengurusi agama dimasukkan ke dalam Kementerian Dalam Negeri, bahkan ada yang mengusulkan ke Kementerian Pendidikan. Dari 27 anggota PPKI ternyata hanya 6 (enam) orang yang menyetujui adanya Kementerian yang mengurusi agama.

Namun pada sidang Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNPI) pada tanggal 11 November 1945 mengemukan kembali usul adanya Kementerian Agama sendiri, usul tersebut dilanjutkan kembali dalam berbagai rapat yang dipelopori oleh berbagai tokoh agama sehingga Presiden Soekarno memberikan isyarat kepada Wapres Moh. Hatta agar ada kementerian khusus yang mengurusi agama. Maka pada tanggal 03 Januari 1946 lahirlah Kementerian Agama RI dengan H. Rasjidi BA sebagai Menteri Agama yang pertama.

Dalam Keputusan Menteri Agama, tentang tata organisasi dan tata kerja Kementerian Agama Provinsi dan Kab/Kota, kedudukan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta adalah Institusi vertikal Kementerian Agama yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri Agama RI.

Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, berdiri satu tahun setelah Kementerian Agama RI didirikan, dengan Kepala Kanwil yang pertama: R.H.O Hudaya, ke-2 H.M Djamil Latief S.H, ke-3 K.H Muchtar Natsir, ke-4 H. Salahuddin El-Chairy BA, ke-5 Drs.H. Muhammad, ke-6 H. Halimi AR, ke-7 Drs.H. Mubarok, ke-8 Drs.H.A. Bidawi Zubir (Periode 1996 - 1998), ke-9 Drs.H. Rusly Wolman, MM (Periode 1998 - 2000), ke-10 Drs.H.Abdul Chair (Periode 2000 - 2002), ke-11 Drs.H. Muhaimin RD (Periode 2002 - 2003), ke-12 H. Achmad Fauzan Harun SH (Periode 2003 - 2010), ke-13 Drs. Sutami, M.Pd.I (Periode 2010 - 2011), ke-14 H. Muhaimin Luthfie (Periode 2011 - 2013), ke-15 H. Akhmad Murtado, SE (Periode 2013 - 2015) dan Periode tahun 2015 sampai saat ini dijabat oleh Dr. H. Abdurrahman, M. Ag.

Berita Lainnya
Rabu, 1 Maret 2017, 13:54

Surat Edaran Sekjen tentang Peningkatan Pelaksanaan Anggaran Tahun 2017

Selasa, 28 Februari 2017, 14:17

Surat Edaran Sekjen tentang Penyampaian Usul Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya

Senin, 27 Februari 2017, 12:09

PENGUMUMAN HASIL REKRUTMEN PENYULUH AGAMA BUDHA NON PNS

Selasa, 14 Februari 2017, 16:00

Surat Edaran Sekjen tentang Permintaan Kelengkapan Dokumen Pendukung bagi Penyelesaian Pemutihan Tugas atau Izin Belajar bagi PNS Kementerian Agama

Selasa, 31 Januari 2017, 10:02

Panduan Sistem Informasi Layanan Gangguan dan Permohonan (SIGAP)