Jumat, 5 Juli 2013, 14:23 –
Ka. Kanwil : SISWA – SISWI MADRASAH DI DKI JAKARTA WAJIB HAFAL AL QURAN

Jakarta (Humas) – Siswa-siswi madrasah baik madrasah ibtidiyah (MI), tsanawiyah (MTs) maupun Aliyah (MA) wajib bisa menghafal Al Quran. Hal ini disampaikan Ka. Kanwil Kemenag DKI Jakarta H. Akhmad Murtado didampingi Kabag TU H. Saiful Mujab serta Kabid Pendidikan Madrasah H. Wahyudin saat mencanangkan kurikulum muatan lokal “Hafalan Al Quran” pada madrasah di DKI Jakarta di Aula Jayakarta Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Jumat (5/7)

Hafalan Al Quran ini menurut Murtado, akan dimasukkan kedalam muatan lokal (mulok) dan sebagai kurikulum wajib bagi satuan pendidikan disetiap jenjang pada madrasah yang berada di DKI Jakarta. Salah satu upaya yang harus dilakukan madrasah agar pendidikan agamanya berkualitas kata dia adalah dengan cara memelihara tradisi-tradisi keagamaan. “Pemeliharaan tradisi keagamaan ini dilakukan di samping secara formal melalui pengajaran ilmu-ilmu agama sesuai dengan struktur kurikulum yang dikembangkan oleh pusat (Kemenag RI), juga dilakukan secara informal melalui pembiasaan, maupun dengan menambah muatan lokal sesuai dengan karakter madrasah”. Tambahnya

Agar karakter madrasah tetap terjaga maka, mulok ini mulai akan diterapkan Tahun Pelajaran 2013/2014, minimal 2 jam pelajaran per minggu, dengan struktur Miminimal menghafal Juz 30, MTs minimal menghafal Juz 30 dan 29, MA minimal menghafal Juz 30, 29 dan 28. “Hafal Alquran merupakan nilai tambah yang luar biasa bagi umat Islam, terutama bagi penghafalnya, di tengah kehidupan yang semakin modern, Alquran memiliki fungsi penting sebagai solusi terhadap kompleksnya kehidupan dan inspirator untuk menggapai kehidupan yang lebih baik.” Kata Mantan Kabid Haji Kanwil Kemenag DKI ini.

Hafalan Alquran dalam bentuk Ekstrakurikuler maupun Muatan Lokal sudah diterapkan dibeberapa madrasah, namun kata dia sebagian besar madrasah di DKI ini belum menjadikan hafalan Alquran sebagai Muatan Lokal, hal ini berakibat pada berkurangnya bahkan hilangnya hafalan Alquran bagi anak yang telah memiliki hafalan Alquran, ketika mereka melanjutkan pendidikannya di madrasah yang belum menerapkan hafalan Alquran sebagai muatan lokalnya. “Dengan kata lain yang pada awalnya peserta didik “Hafal Alquran” berubah menjadi “Pernah Hafal Alquran”“ ujarnya.

Murtado berpesan, agar dengan mengikuti Program Kurikulum Muatan Lokal Hafalan Alquran, dapat menyiapkan peserta didik di Madrasah khususnya di wilayah DKI Jakarta mampu menghafal ayat-ayat Alquran, serta menghayati, mengamalkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran. (HA)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.024237 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.68
Jumlah pengunjung: 302502
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.