Berita

Harlah NU ke-92, Menag : Eksistensi NU Dibutuhkan Untuk Jaga Persatuan Bangsa

2018-02-01 05:00:04



Jakarta (Inmas) ---  Eksistensi Nahdlatul Ulama (NU) dibutuhkan dalam rangka menjaga persatuan bangsa. Hal ini tak lepas dari nilai-nilai kebangsaan yang selalu didengungkan dan dimiliki oleh para Nahdliyin.

 

Demikian disampaikan Menag Lukman Hakim Saifuddin usai menghadiri acara peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-92 di Masjid KH. Hasyim Asy’ari, Kalideres, Jakarta Barat.  

 

“Dimana pun nahdliyin, kaum santri itu tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai kebangsaan karena cintanya pada tanah air yang sedemikian besarnya,” kata Menag, Rabu (31/01).

 

Hal ini yang menurut Menag harus senantiasa dirawat, dan dipupuk apalagi  karena saat ini telah memasuki  era globalisasi dan pasar bebas.  “Sosial media yang luar biasa maraknya belakangan ini kalau tidak disikapi dengan arif, dengan bijak bisa menggerus kita sebagai bangsa yang harus menjaga persatuan,” tutur Menag.

 

Menag pun menuturkan bahwa DNA yang dimiliki NU adalah tawasud dan tasamuh. “Tawasud, ajaran untuk senantiasa moderat dalam pemahaman dan pengamalan ajaran islam. Dan tasamuh, toleransi. Dan menerapkan tiga ukhuwah tadi itu. Ukhuwah sesama umat islam, ukhuwah sesama bangsa, dan ukhuwah sesama umat manusia,” lanjutnya.

 

DNA yang dimiliki NU itu yang  kemudian membuat masyarakat Indonesia merasa bersyukur. “Karena NU jati diri dan eksistensi bangsa ini tetap terjaga hingga hari ini,” imbuh Menag.

 

Oleh karena itu, Menag berharap nilai-nilai yang senantiasa diajarkan NU seperti sikap senantiasa moderat, senantiasa toleran, senantiasa menjunjung persaudaraan, serta cinta tanah air, dapat disebarkan pada masyarakat Indonesia.

 

Hal senada pun disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Saiful Mujab yang turut hadir dalam Harlah ke-92 NU. “Saya mengucapkan selamat hari lahir ke-92 untuk Nahdlatul Ulama,” ujar Kakanwil.

 

Selain Kakanwil, tampak hadir pula Dirjen Bimas Islam Muhamadiyah Amin, Plt Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag DKI Sugito, Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah DKI Jakarta Sadirin, serta Kasubag TU Kankemenag Agama Jakarta Barat Nur Pawaidudin. /M/ilm